Target Pajak Meleset, Ekonomi Bisa Tertambat

5

Bank Dunia mengingatkan ada risiko serius dari target penerimaan yang meleset

JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih dibayangi oleh pelbagai risiko yang cukup besar. Bahkan, ada potensi realisasi pertumbuhan ekonomi tahun 2017 akan melambat dari tahun lalu.

Laporan Ekonomi Kuartalan Bank Dunia terbaru menunjukkan bahwa Indonesia perlu lebih mewaspadai risiko dalam negeri, selain dari eksternal. Risiko itu adalah kemungkinan target penerimaan pajak tidak akan tercapai.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves mengatakan, penerimaan pajak di tahun 2016 lebih tinggi dibanding tahun 2015. Tapi, jika mengeluarkan kontribusi penerimaan dari amnesti pajak, penerimaan pajak rutin tahun lalu masih lebih rendah dibanding 2015.

Padahal, untuk membiayai programnya, pemerintah membutuhkan sumber penerimaan besar. Jika penerimaan kembali turun, pemerintah harus menutupi kebutuhan belanja dari utang. “Pemungutan penerimaan yang lemah, ditambah dengan pembatasan defisit fiskal, secara signifikan menghambat peningkatan pengeluaran publik, setidaknya dalam jangka menengah,” kata Chaves, Selasa (17/1).

Dengan risiko target penerimaan meleset ini, pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya diproyeksikan Bank Dunia sebesar 5,3% bisa terkoreksi. Sebab, jika melihat trennya, penerimaan pajak selalu lebih rendah dari target yang dibuat pemerintah.

Perlu perbaikan kualitas belanja, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Oleh karena itu, menurut Chaves, pemerintah harus mendorong penerimaan pajak tercapai. Tapi, hal itu akan sulit, jika melihat kondisi tahun 2017 tidak lagi ada kebijakan amnesti pajak.

Chaves juga bilang, kredibilitas fiskal Indonesia telah membaik seiring dengan penetapan sasaran penerimaan yang lebih realistis dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2017.

Namun, Bank Dunia melihat perlu perbaikan kualitas belanja, baik di tingkat pusat maupun daerah. Cara ini dapat membantu pemerintah meningkatkan pelayanan publik dan mencapai tujuan pembangunan dengan tetap mempertahankan reformasi pada penerimaan negara.

Kualitas belanja

Perbaikan itu bisa dengan dua tindakan. Pertama, perlu realokasi belanja ke sektor-sektor prioritas, yaitu sektor infrastruktur, kesehatan, dan bantuan sosial. Kedua, perlu alokasi belanja sosial, seperti sektor pendidikan dan pertanian.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, target penerimaan pajak akan diusahakan tercapai. Salah satu caranya dengan menggunakan data basis pajak baru hasil program amnesti pajak untuk memaksimalkan penerimaan.

Meski demikian, Sri tidak menampik bahwa ada risiko di sisi penerimaan. Oleh karenanya, ia sedang mengevaluasi kemampuan otoritas pajak dalam mengumpulkan penerimaan.

Penulis: Adinda Ade Mustami, Ghina Ghalia Quddus

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: