Pengembangan KEK Arun Terganjal

JAKARTA. Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun masih terganjal. Pasalnya hingga kini masih ada perbedaan pendapat terkait pengelolaan KEK Arun.

Sekertaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto mengatakan, hingga kini masih ada perbedaan menyangkut pengelola. Ada usulan pengelolaan kawasan KEK Arun sebaiknya dilakukan oleh badan usaha. “Memang perbedaan itu ada,” katanya Jumat (2/6).

Menurut Enoh, untuk mengatasi perbedaan pendapat ini, dalam waktu dekat Gubernur Aceh akan menggelar pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono bilang, KEK Arun akan dikembangkan untuk lima sektor industry yakni industri agro, kertas, semen, petrokimia. Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pelindo I serta Perusahaan Daerah Pengembangan Aceh, sudah menyatakan kesiapan untuk berinvestasi Rp 50,5 triliun di KEK Arun.

Sumber: Kontan, Sabtu, 3 Juni 2017

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: