Tim Kurator CMNC Akan Bertemu Pajak

JAKARTA. Tim kurator PT Citra Maharlika Nusantara Corpora  (CMNC) Tbk mengagendakan pertemuan dengan kantor pajak untuk membahas aset-aset perusahaan. Sebab,mayoritas aset emiten berkode saham CPGT itu saat ini sudah disita pajak guna melunasi kewajiban atas tagihan pajak.

Salah satu kurator CMNC Tri Hartanto mengatakan,pihaknya memang telah melakukan komunikasi dengan pihak pajak. “Dari pajak banyak hal yang ingin disampaikan ,kemungkinan akan ada rapat kreditur dengan pajak. Waktunya akan ditentukan nanti,” ujar Tri ke KONTAN,beberapa waktu lalu.

Pertemuan dengan kantor pajak dinilai perlu agar pembahasan tentang aset perusahaan dapat berlangsung secara transparan di depan para kreditur. Apalagi,pajak tidak hanya menyita aset atas nama CMNC,tetapi juga aset yang dimiliki pemegang saham lama perusahaan.

Adapun aset milik pemegang saham itu berupa tanah di Kalimantan yang nilainya mencapai Rp 30 miliar-Rp 40 miliar. “Nilainya cukup banyak untuk mereduksi tagihan pajak ,sehingga bisa memberikan peluang bagi kreditur lain untuk mendapatkan hasil dari penjualan aset perusahaan yang lain,” ujar Tri.

 

Inventarisasi

 

            Pihak kurator mengaku,telah melakukan inventarisasi dan membuat daftar aset CMNC . “Ada sebagian kecil aset yang tidak disita pajak. Ada yang berupa tanah dan bangunan,kendaraan serta perjanjian sewa ,jangka panjang,” jelas Tri . Namun nilainya belum diketahui secara persis karena kurator belum menilai asetnya.

Ditjen Pajak menyita aset CMNC sejak perusahaan itu dalam proses penundaan kewajiban penundaan utang (PKPU).Penyitaan itu menyebabkan CMNC akhirnya jatuh pailit.Sebab,aset yang disita merupakan sumber pembiayaan perusahaan untuk membayar utang-utang kreditur dalam proses PKPU.

Selain kepada pajak,tim kurator juga aktif berkomunikasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dengan nasib pemegang saham minoritas.Tri menjelaskan kalau saat ini kurator belum bisa mengeksekusi aset CMNC.Alasannya, CMNC belum ditetapkan berstatus gagal bayar (insolvensi) oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Tim kurator mencatat utang CMNC saat kepailitan sebesar Rp 320 miliar.Namun nilai tersebut ,menurut Tri,belum pasti,karena kurator masih perlu melakukan verifikasi lanjutan.”Masih ada perselisihan perhitungan dari kereditur separatis,” ujar Tri

Adapun tercatat utang CMNC saat PKPU ke para kreditur mencapai Rp 178 miliar (separatis) dengan Rp 66 miliar (konkuren). Kreditur pemegang jaminan terbesar adalah Bank CIMB Niaga,senilai Rp 71 miliar, Bank Mandiri Rp 27,5 miliar, Bank Bukopin Rp 21 miliar, dan Bank Permata Rp 20 miliar.

 

Sumber : Kontan Senin, 10 Juli 2017 hal : 21

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: