Penjualan Industri Mainan Tertekan Bukan Main

JAKARTA. Penurunan daya beli masyarakat berimbas ke sektor industri mainan. Kalangan pengusaha mengaku penjualan mainan mereka turun hingga 10%. Kondisi ini diproyeksikan terus berlanjut hingga akhir tahun ini.

Ketua Asosiasi Mainan Indonesia Sutjiadi Lukas mengatakan, momentum puasa dan perayaan Lebaran yang biasanya dapat mendongkrak penjualan tahun ini tidak terjadi. “Namun penjualan pada Lebaran tahun ini tidak teriadi kenaikan,” tandas Sutjiadi Kamis (27/7),

Pengetatan terhadap produk impor mainan yang masuk ke Indonesia turut mengkhawatirkan bagi pengusaha. Pasalnya, kebijakan ini berpotensi menyebabkan harga jual produk mainan lebih mahal karena biaya impor bisa meningkat menjadi 30%.

Sekadar catatan, saat ini Kementerian Keuangan telah menggandeng beberapa lembaga tinggi negara seperti TNI, Polri, Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Kejaksaan, PPATK hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Impor Barang Berisiko Tinggi.

Satgas ini bertugas untuk mengawasi pemasukan produk-produk impor sehingga tidak ada permainan pajak.  Dengan kebijakan ini, permainan banting harga yang dilakukan oleh importir tidak akan ada lagi.

Lesunya permintaan mainan telah memukul para importir. Sekretaris Jenderal Asosiasi Importir Mainan Indonesia Taufik Mampuk mengatakan, bila kondisi ini terus berlangsung, iklim usaha menjadi tidak kondusif. Padahal sebesar 55% dari total mainan yang beredar didominasi oleh produk impor.

Kebijakan pemerintah mewajibkan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mainan mendapat dukungan dari kalangan pengusaha. Dengan aturan ini, konsumen akan terlindungi dan industri mainan lokal dapat bersaing.

Sutjiadi mengatakan, pasca diberlakukan SNI mainan pada tahun 2015, jumlah pemesanan produk impor mengalami penurunan.

Apabila sebelum ada kebijakan wajib SNI ini, jumlah impor mainan mencapai 2.500 kontainer per bulan. Setelah adanya aturan wajib SNI, jumlah impor mainan menurun menjadi 1.000-1.200 kontainer per bulan.

Sumber : Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: