PPATK Sosialisasi Wajib Lapor Transaksi Keuangan

JAKARTA. Wajib lapor atas transaksi keuangan mencurigakan bagi perusahaan penyedia jasa keuangan, penyedia barang dan jasa serta profesional yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2015 tentang Pihak Pelapor Pemerintah Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang belum berjalan baik. Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kini gencar menyosialisasikan kewajiban ini.

Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan implementasi kewajiban lapor transaksi mencurigakan oleh para profesional dan penyedia barang dan jasa belum jalan lantaran ada kekhawatiran dianggap melanggar kerahasiaan klien. “Sudah ada laporan, tapi porsinya masih kecil jika dibanding profesi yang dikenakan kewajiban yang jumlahnya ribuan ,” katanya kepada KONTAN, Sabtu (5/8).

PPATK gencar melakukan sosialisasi ke profesional dan penyedia barang/jasa yang terkena kewajiban lapor transaksi mencurigakan. Agar efektif, PPATK menggandeng asosiasi profesi. “Karena laporan ini penting, tak hanya bagi pemberantasan pencucian uang tetapi juga untuk melindungi kepercayaan terhadap profesi agar tidak dituduh membantu kejahatan pencucian uang,” katanya.

Lewat PP No.43/2015 pemerintah mewajibkan sejumlah lembaga/profesional seperti bank, dana pensiun, pengembang properti, advokat, akuntan dan notaris untuk melaporkan transaksi keuangan yang mencurigakan.

Sumber : Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: