Kelebihan Pasokan, Sewa Kantor Sunyi

JAKARTA. Sejumlah pengembang mengakui, pasar perkantoran saat ini masih lesu. Penyebabnya adalah kelebihan pasokan ketika terjadi booming pasar properti pada tahun 2012 lalu. “Waktu itu banyak pengembang membangun kantor, sehingga sekarang kelebihan pasokan,” kata Arthadinata Djangkar Direktur Ciputra Group kepada KONTAN, Kamis (3/8).

Artha memprediksi, pasar perkantoran baru akan pulih pada tahun 2021-2022. Biasanya membutuhkan waktu antara dua sampai tiga tahun ke depan untuk menghabiskan pasokan, terutama dikawasan Central Business Distric (CBD).

Sebelumnya konsultan properti Savills Indonesia merilis, tingkat kekosongan gedung perkantoran di kawasan CBD Jakarta meningkat dari 15,7% pada semester I-2016 menjadi 18,4% pada paruh pertama 2017 karena jumlah pasokan yang cukup tinggi.

Sedangkan tingkat kekosongan di kawasan non CBD mencapai 22,7% Savills memprediksi, angka kekosongan kantor di Jakarta diprediksi terus meningkat hingga tahun 2020.

Meski demikian Artha menilai, kondisi pasar perkantoran tidak jelek-jelek amat, karena rerata okupansinya masih dikisaran 80%. “Jadi bukan anjlok, tapi flat,” ujar Artha.

Ini terbukti dari perkantoran milik Ciputra Group di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, yakni DBS Tower. Tingkat keterisian di gedung perkantoran ini tetap stabil di posisi 98%, sejak beroperasi empat tahun yang lalu.

Sebanyak 25% dari perkantoran dengan luas 61.000 meter kuadrat merupakan strata dan selebihnya sewa. Adapun perkantoran Ciputra World II masih dalam tahap praoperasi dan baru resmi beroperasi  awal tahun 2018. “Kami sudah mendapat komitmen okupansi hingga 60%,” klaim Artha.

Archied Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Tbk, mengakui jika rata-rata okupansi perkantoran di Jakarta melambat akibat tambahan pasokan yang sangat banyak. Sedangkan permintaan tetap bergerak hanya tidak setinggi pertumbuhan suplai. “Penyebab lebih dominan karena suplai,” ujar Archied.

Selain itu, perkembangan pasar perkantoran juga tidak bisa disama ratakan. Archied memberi contoh, Intiland Tower misalnya, masih stabil di posisi 90%.

Bambang Dwi Yanto, Direktur Utama PT Greenwood Sejahtera Tbk, melihat pertumbuhan tingkat kekosongan hanya terjadi pada perkantoran baru. “Pada kantor-kantor lama, okupansi tetap stabil karena tidak ada perusahaan yang gulung tikar,” ujar Bambang.

Sumber : Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: