Pengusaha tidak usah bicara urusan politik

Selama  tiga tahun terakhir, ekonomi Indonesia tumbuh dengan kecepatan rata rata dikisaran 5%. Ada banyak faktor yang menahan ekonomi Indonesia melaju lebiih cepat. Dari luar negeri, dampak lanjutan dari krisis keuangan masih terasa. Dari dalam negeri, presiden joko widodo (jokowi) menyebut masih banyaknya aturan mengakibatkan invesasi tidak tumbuh subur. Itu sebabnya, ia berniat melanjutkan deregulasi.

Menjelang tiga tahun pemerintahannya, presiden republik Indonesia joko widodo (jokowi) bertekad mempelancar proses penerbitan izin untuk investasi. Menurut presiden jokowi, satu satunya harapan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi adalah memeastikan investasi bertumbuh. Karena hingga kini Indonesia tidak bisa banyak mengandalkan ekspor ditengah kelesuan ekonomi global.

Nah, Presiden jokowi melihat persoalan perizinan menjadi pangkal masalah mandeknya pertumbuhan investasi di Indonesia. Untuk mengatasi masalah itu, akan membuat satu kantor atau lembaga tersendiri untuk perizinan investasi.

Jokowi mengungkapkan, pengusaha mempunyai peranan untuk meningkatkan pertumbuhan ejonomi. Ia meminta pengusaha tidak usah ikutan bicara politik. Berikut nukilan wawancara tim kontan dengan presiden jokowi di istana merdeka rabu (28/8).

Kontan: pemerintah terliha optimis dengan semester ke II tahun 2017, padahal kalau mmelihat angka-angka dari penerimaan pajak yang sekarang belum 50%?

jokowi: Ya, setiap tahun kan yang selalu dibicarakan itu terus, tapi kitakan juga tahu apa yang harus kita lakukan. Tahun kemarin yang ditanya juga soal itu juga. Tahun sebelumnya, juga itu. kuncinya kan bukan di situ, pengaruh anggaran penerimaan dan belanja negara (APBN) berapa, sih? Sekitar 70% lebih yang memiliki pengaruh itu ada dua; investas dan ekspor. Kita sekarang harus ngomong apa adanya. Pasar ekspor sekarang masih sulit sehingga yang berpeluang hanya satu; menggenjot investasi sekarang orang itu antre investasi di depan pintu kita. Tetapi kita sendiri yang bermasalah. Masalah yang akan kita babat habis. Enam atau delapan bulan bulan ini lah kita akan fokus kesitu. Orang banyak ngantre didepan pintu kita. Ternyata kita tidak beri mereka tiket untuk masuk dan melaksanakannya. Masalah kita ada disitu. Indonesia ini sekarang menempati ranking negara yang baik untuk investasi. Dari rangking delapan meloncat ke epat. Itu loncatan tinggi. Tapi kalau tidak diantisipasi, menyadari kekurangan yang harus dibenagi segera, dan kita melakukan rutinitas, monoton dan tidak ada terobosan, tidak ada langkah cepat untuk segera memutuskan ini, ya kita tertinggal. Saya tidak mau itu terjadi. Makanya, akan terus saya drive agar regulasi, aturan bisa lebih simple, sederhana, cepat dan bisa dikirim ke pemohon.

Kontan: akan ada perbaikan untuk izin investasi?

Jokowi: aturan atau regulasi yang terlalu banyak yang menyebabkan birokrasi kita ruwet dan membelenggu, harus dipangkas. Ke depan itu arahnya ke situ. Terus karena prosedur unvestasi kita dari dulu terkanel panjang, lama dan ruwet. Sekarang dibadan koordinasi penaman modal (BKPM), tiga jam keluar delapan zin. Seharusnya seperti itu. Tapi sekarang memang, daerah yang harus diikuti terus agar melakukan hal sama. Percuma kalau pusat sudah cepat, tapi daerah lama. Saya kira semuua harus diperbaiki, termasuk di pusat juga, karena saya kira izin kan tidak hanya delapan tadi, tapi ada ratusan izin. Dan kami juga sudah siapkan, September ini akan disederhanakan lagi. Target kita, awal tahun depan harus punya gedung tersendiri untuk melayani perizinan investasi.

Kontan: ada perbaikan untuk pengurusan izin pelayanan terpadu satu pintu (PTSP)?

JOKOWI: single submission. Dinegara lain kan seperti itu, urusan izin apapun ada di situ. Kita harus punya satu tempat khusus. Meskipun sekarang diBKPM sudah, tapi ini khusus semua. Karena anda tahu; di kementerian perhubungan itu izinnya banyak sekali. Lalu dikementerian energi dan sumber daya mineral (ESDM) serta kehutanan juga banyak sekali. Nah, nanti aka nada gedung perizinan.

Konan: ada lembaga tersendiri untuk perizinan?

Jokowi: kalau saya lihat di dubai itu namanya kantor perekonomian, masuk ke sana. Saya masuk ke satu meja, bawa syarat. Kemudan setelah itu diberitahu, “Bapak pergi ke kantor sebelah, kantor notariat ya.” Pergi ke sana, kemudian tanda tangan. Setelah itu, disuruh kembali ke meka yang tadi. Pemohon balik, sudah jadi. Saya bisa ngapain saja tidak ada satu jam, saya bisa bisa bangun pabrik, buat showroom. Mereka bisa, kenapa  kita tidak? Ini hanya masalah kemauan kita menyelesaikan masalah. Siapkan regulasi, siapkan gedungnya. Insya allah, awal tahun depan ini akan jadi.

Kontan: nantinya lembaga ini dibawah kendali siapa?

Jokowi: ini sedang disiapkan, bisa di bawah kantor menko perekonomian atau di bawah bkpm. Banyak lah opsinya.

Kontan: lembaga itu bisa ditolak oleh daerah yang terbiasa menjadi raja kecil?

Jokowi: saya kan pernah megalami. Biasalah

Kontan: dukungan kabinet untuk memangkas persoalan izin investasi ini solid?

Jokowi: dulu waktu diBKPM, ita butuh waktu satu setengah tahun untuk mengumpulkan delapan izi tadi. Ini nanti ada ratusan izin. Ini memang butuh waktu panjang, tapi kita kan sudah mengerti apa yang harus dilakukan.

Kontan: selain hambatan birokrasi, sekarang ada ganguan politik. Tahun depan sudadh mulai ada pemanasan pemilu. Ini bukankah bisa mengganggu agenda anda?

Jokowi: makanya saya mengajak, kita mengajar, agar kita ini bisa membedakan. Wilayah ekonomi, ya biarlah menjjadi wilayah ekonomi. Politik, siplakan main dipolitik. Jangan dicampuradukkan karena yang kasihan rakyat. Kita akan buat budaya itu.

Kontan: apa ini sudah dimulai? Apa yang namanya politis itu suka ganggu?

Jokowi: musti kita sadarkan semua bahwa politik silakan bicara diwilayah politik. Saya juga selalu sampaikan ke pengusaha: sudahlah, kamu tidak usah bicara  urusan politik., urusan ekonomi saja. Ayo, mana yang kurang mana yang yang perlu diperbaiki, ya kita perbaiki bersama.

Kontan: kalau tadi tujuannnya menarik investasi, bagaimana nasib pengusaha lokal? Kalau melihat undisbursedloan sekarang, sepertina banak pengusaha lokal yang belum gerak. Penambahan investasi baru masih kecil.

Jokowi: September ini saya mau roadshow ke pengusaha di beberapa kota untuk menyampaikan angka-angka tadi. Cari tahu apa ang menjadi alasan wait and see. Apalagi? Wong semuanya sudah kita pegang kok. Apalagi yang mereka butuhkan supaya uang segera dilepas untuk investasi. Uang dilepas untuk ekspansi dan kejar peluang yang ada. Apalagi, kok masih wait and see, wait and see dan kata-katanya kok tidak ganti-ganti.

Kontan: pengusaha juga mengelhkan soal daya beli masyarakat?

Jokowi: daya beli itu ka nasal mereka investasi, daya beli akan membaik juga. Itu selalu mellihat, soal daya beli yang dilakukan pemerintah. Sebetulnya 70% itu ka nada diswasta, pengaruh APBN hanya 30%. Makanya tahun depan program keuarga hrapan (pkh) kami perluas dari 6 juta menjadi 10 juta keluarga, supaya daya beli menguat. Lalu, kartu Indonesia pintear sudah diberikan ke 19 juta siswa. Dana langsung ke masyarakat tapi tersistem lewat kartu. Dana desa juga yang dulu Rp 20 triliun, sekarang sudah Rp 60 Trilliun. Ini kan supaya peredara uang di desa lebih banyak. Arahnya ke situ. Yang ditunggu ini ang 70% itu. Yang sekarang selalu wait and see. Yang akan kita dorong. Jangan malah teriak apbn. Apbn itu kan hanya 30% saja. Saya kan dorong agar bumn dan swasta mengeluarkan uangnya, modalnya yang ditahan. Karena kita melihat saving rate naik. Itu yang akan kami dorong.

Kontan: soal domonasi BUMN yang selama ini dikeluhkan swasta?

Jokowi: tidak juga. Tidak ada. Apa si yang berubah dari BUMN kita sekarang? Dari dulu juga sama saja.

Kontan:  hampir semua anak BUMN kan memiliki Usaha di siektor properti?

Jokowi: tapi itu dari dulu kan? Bukan hana terjadi sekarang saja. Apakah itu muncul sekarang? Itu dari dulu.

Kontan: iya, tetapi kan geliat bisnisna sekarang lebih kencang?

Jokowi: tidak, ah. Kalau yang leih kencang memang iya. Itu yang kami dorong. Kami berikan penugasan, tapi ang lain tidak. Semua sama saja.

Kontan: Sepertinya banyak swasta ang kurang tertarik masuk ke infrastruktur?

Jokowi: itu yang perlu dipertanyakan.

Kontan: jika anda bertemu dengan pengusaha, dari sektor manz pun, apa keluhan ang paling sering anda dengar?

Jokowi: masih mengenai regulasi yang rumit, izin juga. Duit mereka bilang ada. Tetapi izin elum keluar. Dulu anak BUMN sepuluh, sekarang jadi 100, itu berarti ada keistimewaan. Wong, dulu sepuluh sekarang juga tetap sepuluh. Mana coba tunjukkan?

Kontan: yang anda bayangkan di akhir periode pemerintahan anda, seperti apa pencapaian ekonominya?

Jokowi: saya belum membayangkan. Tetapi ini akan keliahatan angka-angkanya kalau infrastruktur sudah selesai. Akan mulai kelihatan kecepatan pengiriman barang dan jasa, mobilitas orang juga mulai kelihatan. Setelah kecepatan, investor akan melihat kesediaan infrastrukur ada, mereka baru akan berpikir, saya akan masuk ke situ. Ini kan dasr sekali. Kalau kita hana berpikir benar memang ada yang sakit, ada yang pahit, Saya tahu. Tetapi itu memang harus. Kalau saya hanya bertumpu pada konsolidasi ekonomi, stabilisasi ekonomi intinya tidak dikejar malah. Kalau saya berani ambiil risiko.

Kontan: tetapi upaya perbaikan ekonomi  ini akan berbarengan dengan siuasi politik menjelang pemilu. Dan bagaimana kalau itu mengganggu agenda ekonomi?

Jokowi: kembali lagi, kami akan dorong pembangunan infrastruktur oleh swasta, di BUMN denga poola yang  berbeda. Saya sampaikan selalu to-long gunakan skema KPBU, BUMN juga saya sampaikan, lakukan sekuritisasi. Kemudian buat pola baru, misalnya untuk bandara, uat limited concession scheme denga waktu tertentu dan terbatas. Negara lain sudah menggunakan skema itu. Kalau kita hanya kembali ke rutinitas, APBN. Tetapi saya tidak ingin hanya tergantung dari situ saja, karena lebih besar di luar. Bagaimana caranya agar dana itu bisa keluar? Anggaran kuta ang idle didalam negeri juga banyak. Hanya skema yang mempermudah penggunaan anggaran itu untuk investasi di infrastruktur belum ada. Kita sudah lama bergerak sesuai rutinitas kita dan selalu dilihat orang. Tetapi saya tidak mau lihat APBN.

Sumber: Tabloid Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: