Pengamat: Pajak Tere Liye Bisa Disamakan UMKM, Asal…

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan pajak penulis  seperti yang dikeluhkan Tere Liye tidak bisa menggunakan undang-undang yang mengatur pajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang besaran pajaknya hanya satu persen. Kecuali, kata dia, penulis tersebut juga sekaligus menjalankan bisnis, misalnya penerbit.

“Kalau begitu, dia berarti sudah masuk kategori industri atau jasa,” ujarnya kepada Tempo. Selasa, 12 September 2017. Apabila persyaratan itu tidak dipenuhi, maka profesi penulis terhitung sebagai pekerjaan bebas.

Yustinus mengatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013, yang boleh menggunakan skema pajak UMKM sebesar satu persen itu adalah pengusaha di bidang industri, perdagangan, dan jasa yang pendapatannya belum melebihi Rp 4,8 miliar dalam satu tahun. Sedangkan, penulis kebanyakan adalah pekerja bebas.

Selama ini, kata Yustinus, Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 atas royalti penulis buku yaitu 15% atas jumlah bruto. “Itu berarti kalau tarif pajak progresif, sudah di layer kedua yang penghasilannya Rp 150 juta sampai Rp 250 juta. Kebanyakan penulis belum di level itu,” ujarnya.

Dia berpendapat, akan lebih adil apabila pajak untuk penulis dikenakan sebesar 2,5 persen saja, seperti umumnya profesi lain. Dengan ketentuan yang ada pun, para penulis berpotensi melakukan kelebihan bayar di akhir tahun.

Meskipun pada akhirnya dana yang kelebihan itu bisa dikembalikan, Yustinus menilai itu tetap bisa mempengaruhi cash flow penulis. “Mungkin baru berapa tahun bisa kembali,” kata dia. Dia berujar pemerintah mesti memperbaiki pengaturan agar pajak yang dikenakan lebih adil dan masuk akal bila dibandingkan dengan profesi lain. “Jangan ada kelebihan bayar,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Penulis Indonesia Satupena Nasir Tamara mengatakan pajak penulis buku saat ini masih dirasa tidak adil. Ia membandingkan dengan Undang-undang mengatur pajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah, yang besaran pajaknya hanya 1 persen. Sedangkan pajak yang diberikan kepada penulis lebih tinggi.

Nasir merujuk pada penghitungan pajak penghasilan menggunakan tarif pajak penghasilan umum pasal 17, yaitu jika penghasilan Rp 50 juta maka tarif PPh 5 persen, penghasilan 50 juta sampai 250 juta tarif PPh 15 persen, penghasilan 250 juta sampai 500 juta tarif PPh 25 persen, penghasilan di atas 500 juta tarif PPh 30 persen.

Novelis Tere Liye mengeluhkan pajak penghasilan penulis yang dinilianya terlampau tinggi dibandingkan dengan pengusaha maupun profesi lainnya. “Kalian harus sopan sekali kepada penulis buku, karena dia membayar pajak lebih banyak dibanding kalian semua,” ujar Tere dalam laman Facebooknya, Selasa, 5 September 2017.

Tere mengatakan, tingginya pajak untuk penulis lantaran menurut dia penghasilan penulis dianggap super netto. “Karena penghasilan penulis buku disebut royalti, maka apa daya, menurut staf pajak, penghasilan itu semua dianggap super netto. Tidak boleh dikurangkan dengan rasio NPPN, pun tidak ada tarif khususnya,” ucapnya.

Dalam setahun terakhir, dia mengaku telah mengirim surat kepada pemerintah, di antaranya Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dan Badan Ekonomi Kreatif untuk mengajak berdiskusi mengenai tingginya pajak seoarang penulis. Namun, dia mengaku tidak memperoleh hasil. “Apa hasilnya? Kosong saja. Bahkan surat-surat itu tiada yang membalas, dibiarkan begitu saja nampaknya,” kata dia.

Akhirnya, Tere Liye memutuskan untuk menghentikan penerbitan bukunya di penerbit-penerbit per 31 Juli 2017 karena tingginya pajak penulis  . “Dua puluh delapan buku saya tidak akan dicetak ulang lagi, dan dibiarkan habis secara alamiah hingga Desember 2017,” kata dia

Sumber : tempo.co

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: