Polres Cilacap Ungkap Penggelapan Pajak Bolder Dermaga PLTU Libatkan WNA China

Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah terus menyelidiki dan mengembangkan dugaan tindak pidana penggelapan pajak batu bolder pembangunan Dermaga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Karangkandri, yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) Cina. Satu tersangka WNI telah ditahan. Namun, tiga WNA Cina yang diduga terlibat sudah kembali ke negaranya, sebelum kasus ini terkuak.

Kapolres Cilacap, AKBP Yudho Hermanto, melalui Kepala Unit IV Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satrekskrim Polres Cilacap, Ipda Adi Herlambang mengatakan dalam peristiwa itu, PT Bangkit Samudera Berlian (BSB), sebagai penyuplai batu bolder pembangunan  dermaga PLTU, mengalami kerugian sebesar Rp 1.285.798.100. Kepolisian sudah menetapkan dan menahan satu tersangka, yakni NP alias Totok (39 th), Pimpinan Proyek PT BSB.

“Ada sejumlah pajak di situ, yang seharunysa dibayarkan. Kemudian, untuk pembayaran invoice batu bolder itu kan harus menunjukkan faktur pajak. Harus membayar pajak. Dalama hal ini, PT BSB saudara Totok sebagai tersangka,” katanya, Kamis (14/9).

Namun, kata Adi, tiga WNA petinggi perusahaan asing (PMA), PT Tian Jin, yang diduga bekerjasama dengan Totok sudah kabur ke Cina ketika kasus ini baru terkuak sekira dua bulan lalu. Ketiganya adalah, Niu, James dan Guo Yi. Ketiga orang itu adalah petinggi di PT Tian Jin setingkat manajer. PT Tian Jin adalah sub kontraktor Pembangunan Dermaga PLTU, yang kini tengah berlangsung.

“Dari pihak PT Tian Jin bekerjasama membuat faktur pajak palsu. Seharusnya, tanpa ada kerjasama ini, faktur pajak palsu tersebut harusnya akan ketahuan. Tiga orang itu sudah kembali ke Cina,” ungkapnya.

Menurut Adi, ketiga WNA itu untuk memalsukan faktur pajak palsu, agar muncul tagihan (invoice) pembayaran ke PT Tian Jin dan PT BSB. Pajak tersebut mestinya dibayarkan tersangka antara Januari hingga Mei 2017. Pemilik PT BSB sendiri baru mengetahui bahwa pajak batu boldernya tak dibayar setelah Kantor Pajak Pratama Cilacap menagih langsung tunggakan ke pimpinan PT BSB, Sambudi Christyanto Soegiarto, Agustus lalu.

“Ya baru tahu setelah ada tagihan tunggakan pajak,” jelas dia.

Adi  mengemukakan, lantaran PT Tian Jin merupakan korporasi, maka kepolisian juga memeriksa petinggi PT Tian Jin lainnya. Namun, hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Para petinggi yang juga WNA Cina itu, sementara ini masih menjadi saksi  yang diduga mengetahui alur pendanaan PT Tian Jin kepada suplier material pembangunan dermaga.

Menurut dia, tak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Pasalnya, uang hasil penggelapan pajak itu diketahui mengalir ke sejumlah orang di PT Tian Jin. Salah satunya adalah ke kepala keamanan dan pejabat setingkat supervisor. “Dana hasil penggelapan itu sudah mengalir ke beberapa orang di PT Tian Jin. Kami masih memeriksa,” ujarnya.

Adi menambahkan, dalam kasus ini kepolisian telah menyita barang bukti enam bukti transfer Sambudi Christyanto Soegiarto ke tersangka Totok lewat bank Bank BCA dan Maybank. Selain itu, kepolisian juga menyita faktur pajak palsu yang digunakan tersangka untuk mencairkan invoice batu bolder. Tersangka dijerat dengan pasal 372 KUHP, tentang penggelapan.

Sumber : gatranews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: