Memburu Wajib Pajak yang Tak Ikut Amnesti

Di tahap pertama, Ditjen Pajak fokus penelusuran harta wajib pajak yang tak ikut amnesti pajak

JAKARTA. Keluarnya Peraturan Pemerintah No 36/2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan atas Penghasilan Tertentu Berupa Harta Bersih yang Diperlakukan atau Dianggap sebagai Penghasilan menjadi senjata baru bagi aparat pajak.

Tapi, berbeda program dengan tahun 2016, aparat pajak kini memburu wajib pajak yang tak ikut program amnesti pajak. Meskipun, aturan ini adalah turunan dari pasal 18 atas Undang-Undang Pengampunan Pajak No 11/2016.

Aparat pajak akan menelusuri harta masyarakat yang tak mengikuti amnesti pajak dan belum mencantumkan aset dan hartanya secara benar di surat pemberitahuan alias SPT pajak.

Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak Yon Arsal mengaku aturan ini diharapkan bisa mendongkrak penerimaan pajak di 2017 dan 2018. Apalagi, realisasi penerimaan pajak hingga pertengahan September baru 58% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2017 sebesar Rp 1.283,57.

Jika semua lancar, pajak berharap anggaran tahun 2017 tidak harus berhadapan dengan shortfall yang besar. “Potensinya sudah kami hitung dan signifikan tapi tidak semua bisa direalisasikan tahun ini,” kata Yon tanpa merinci besaran target, Rabu (20/9).

Hanya merujuk PP 36/2017, aturan ini berlaku bagi semua wajib pajak. Bagi wajib pajak yang mengikuti amnesti pajak, PP ini berlaku atas harta bersih yang belum atau kurang diungkap, termasuk bagi WP yang tidak memenuhi ketentuan pengalihan dan repatriasi harta. Sementara bagi wajib pajak yang tidak mengikuti amnesti  pajak, PP ini menyasar harta besih yang belum dilaporkan dalam SPT PPh.

Hanya, menurut Yon, Ditjen Pajak akan menggunakan PP in secara bertahap. Mereka juga tidak ada target nominalyang harus tercapai.

Tahap awal, Ditjen Pajak fokus pemeriksaan pada wajib pajak yang tidak mengikuti program pengampunan pajak. Pasalnya, pemerintah ingin bertindak adil, kerena peserta tax amnesty sudah membayar pajak tambahan.

Pemeriksaan akan dilakukan atas SPT yang sudah terdata di Ditjen Pajak. Data di SPT akan dibandingkan dengan database yang sudah dihimpun Ditjen Pajak dari instansi lain.

Potensi Rp 50 triliun

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Hestu Yoga Saksama menambahkan, dalam peraturan baru ini, sesuai Pasal 5 ayat 2, penilaian harta kas setara kas menggunakan nilai nominal, tapi untuk selain kas dan setara kas, maka penilaian harta akan menggunakan acuan Ditjen Pajak sesuai kondisi harta tersebut.

“Kami punya acuan-acuan. Misalnya nilai-nilai di NJOP (nilai jual obyek pajak) untuk tanah dan bangunan dan NJKP (nilai jual kena pajak) untuk kendaraan,” terang Hestu.

Harta tersebut akan dihitung secara official assessment. Ini artinya, aparat pajak akan bersifat aktif dalam menentukan besaran harta  atau aset yang dimiliki wajib pajak.

Meski begitu, kata Hestu, kantor pajak tidak akan membabi buta. “ Ini tidak akan eksestif. Kami gunakan standar hukum, untuk barang yang ada nilai resmi sehingga tidak sembarangan,” katanya.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo melihat PP 36/2017 bisa menambah penerimaan pajak tahun ini. Hanya tidak akan maksimal. Ini mengingat jangka waktu tiga bulan terlalu singkat untuk bisa mengeksekusi seluruh potensi menjadi fresh money. “Saya kira kalau Rp 40 triliun –  Rp 50 triliun ada potensi, tetapi sulit direalisasikan 2017,” katanya.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pengampunan pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: