Pilih wirausaha atau jadi PNS, ini perbandingannya

Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengimbau masyarakat Indonesia untuk berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan. Wapres JK bahkan tak segan menyarankan warga untuk mencontoh jiwa pengusaha yang dimiliki etnis China atau Tionghoa.

“Jadi kenapa kita kekurangan pengusaha dibandingkan China? Sederhana sekali karena pengusaha China kalau (punya) anak lima, lima-limanya pengusaha. Karena dulu tidak bisa jadi tentara, pegawai pemerintah. Jadi mereka membuka toko, jadi pengusaha,” ujar JK di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Berbeda dengan etnis China, masyarakat Indonesia justru sejak dulu lebih menyukai keturunannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Sedangkan kita ini, (punya) anak lima. Satu jadi pengusaha, sisanya jadi PNS, tentara dan sebagainya, sehingga tidak bertambah. Ada (yang buka) toko, toko itu saja yang dipertahankan,” kata JK.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani, mengatakan menjadi wirausaha ialah salah satu pilihan terbaik apabila ingin mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Dibanding sebagai PNS, tentu penghasilan yang diperoleh wirausaha akan lebih besar.

“Kalau kita bicara kompetensi, menurut saya yang berwirausaha atau mandiri itu sebetulnya lebih baik. Jadi PNS memang, kalau hidupnya mau tidak terlalu muluk muluk, gajinya jika mau cuma sekedar untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau basic itu cukup lah,” ujar Haryadi kepada merdeka.com di Jakarta.

Haryadi mengatakan, dengan berwirausaha, masyarakat juga dapat meningkatkan kapasitas ekonomi nasional. Sebab, akan membuka peluang lapangan pekerjaan yang lebih besar.

“Kalau berusaha sendiri, akan lebih meningkatkan kapasitas ekonomi nasional. Bisa buka lapangan kerja yang lebih besar. Jadi bermanfaat bagi orang lain,” jelasnya.

Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Herman Suryatman, mengatakan semua profesi sebenarnya merupakan hal yang baik tergantung bagaimana menjalankannya. Namun keuntungan menjadi seorang PNS terletak pada nilai sosialnya karena dapat mengabdi dan melayani masyarakat setulus hati.

“Semua profesi baik, yang penting dapat memberikan manfaat. Menjadi PNS juga baik, karena bisa mengabdi dan melayani masyarakat,” ujar Herman kepada merdeka.com di Jakarta.

Sementara, untuk penghasilan, dikutip dari laman asncpns.com, besaran gaji PNS dipengaruhi oleh besarnya tunjangan, baik itu tunjangan kinerja, tunjangan anak istri, tunjangan kesehatan dan tunjangan-tunjangan lainnya. Sedangkan untuk gaji sendiri di setiap instansi adalah sama rata.

Namun, gaji PNS bisa terus meningkat seiring kenaikan pangkat dan golongan. “Oleh karena itu minat masyarakat untuk menjadi seorang PNS tidak pernah surut, bagaimanapun caranya tetap berusaha untuk menjadi seorang CPNS,” tulis laman itu.

Salah satu instansi pemberi gaji tinggi ialah Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Tingginya gaji sejalan dengan tingginya beban atau target yang ditetapkan oleh pemerintah.

Tidak tanggung-tanggung kenaikan tunjangan diberikan 100 persen dari target pencapaian dengan artian bahwa jika target penerimaan pajak terpenuhi maka 100 persen remunerasi akan diberikan.

Berapa jumlahnya? Dengan remunerasi yang diberikan 100 persen, tunjangan kinerja yang diterima oleh PNS pajak bisa mencapai Rp 117 juta untuk jabatan eselon .

Sumber : merdeka.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: