Penerimaan Negara dari Sektor Minerba Terus Turun, Seperti Ini Penjelasan Jonan

Di perayaan Hari Jadi Pertambangan dan Energi yang berlangsung di Jakarta hari ini, Kamis (28/9/2017) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memaparkan pencapaian di sektor ESDM menjelang tiga tahun kabinet kerja Presiden Joko Widodo.

Sayangnya pencapaian dari sisi penerimaan negara sektor Mineral dan Batu Bara (Minerba) terus turun.

Jika dijabarkan, selama 2014 penerimaan dari sektor Minerbasebanyak Rp 35,40 triliun, namun di 2015 turun tajam menjadi Rp 29,63 triliun.

Lalu di 2016 kembali turun menjadi hanya Rp 27,21 triliun. Untuk tahun 2017 ini, pencapaian penerimaan hingga bulan Sepember 2017 adalah Rp 25,73 Triliun.

Kok turun, apa penyebabnya? Jonan memaparkan, penyebab penurunan karena penerimaan negara bukan pajak (PNBP) atau royalti kini diatur lebih adil agar tidak memberatkan pelaku usaha.

“Penerimaan negara ada dua faktor yang besar, di samping tarif. Tarif kan gini, pemerintah berusaha mengenakan tarif PNBP atau royalti atau yang disebut bagi hasil yang fair supaya tidak memberatkan dunia usaha. Kalau dunia usaha berat nanti tutup. Lapangan kerja berkurang,” tutur Jonan.

Faktor penurunan berikutnya adalah harga komoditas. Misalnya komoditi minyak dunia.

“Komoditas migas dan komoditas minerba itu harganya mengacu pada harga internasional, jadi global market price, sehingga ini tidak bisa kita kendalikan,” kata Jonan.

Namun Jonan optimistis penerimaan dari sektor Minerba pada akhir tahun ini akan mencapai target sesuai degan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan RAPBN-P) 2017 yang ditetapkan sebesar Rp 33 triliun.

“Mestinya sampai akhir tahun ini akan lebih dari Rp 25 triliun. Mudah-mudahan sampai akhir tahun ya Rp 33 triliun,” ungkap Jonan.

Penerimaan negara dari sektor lainya di bawah koordinasi Kementrian ESDM seperti di sektor Migas pada tahun 2014 mencapai Rp 320,25 triliun, lalu pada 2015 turun menjadi sebesar 122,52 triliun.

Berikutnya penerimaan di 2016 turun lagi menjadi hanya Rp 83, 83 triliun. Di 2017 ini sampai September 2017 naik menjadi Rp 92,43 triliun.

Penerimaan di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) pada 2014 mencapai Rp 750 miliar, kemudian di 2015 naik menjadi Rp 880 miliar, lalu 2016 kembali naik menjadi Rp 930 miliar dan selama 2017 hingga bulan September mencapai Rp 530 miliar.

Sumber : tribunnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: