Bedah Laporan Bank Dunia Soal Daya Beli Masyarakat RI

Bedah Laporan Bank Dunia Soal Daya Beli Masyarakat RI

Bank Dunia (World Bank) turut menyoroti kondisi daya beli masyarakat Indonesia. Daya beli jadi polemik dalam beberapa waktu terakhir karena perbedaan pandangan banyak pihak saat memahami data-data realisasi perekonomian.

Dalam laporan yang baru saja dirilis, Bank Dunia menampilkan grafik sebagai gambaran dari kondisi daya beli. Grafik ini berdasarkan data Bank Indonesia (BI) dan kalkulasi Bank Dunia.

Beberapa komponen yang dicantumkan adalah penjualan ritel, mobil penumpang, sepeda motor dan indeks kepercayaan konsumen. Rentang waktu yang dipasang sebagai analisa adalah Agustus 2016 hingga Agustus 2017.

Indeks Keyakinan Konsumen

Laporan Bank Dunia menunjukkan keyakinan konsumen di Indonesia meningkat, meskipun tidak signifikan. Indeks keyakinan konsumen tercatat 123,4. Sementara periode yang sama di tahun lalu, indeksnya di bawah 120.

Keyakinan konsumen naik tinggi saat April 2017 atau menjelang bulan Ramadan dan Lebaran. Keyakinan tersebut dilandasi oleh peningkatan pendapatan dan kestabilan harga barang dan jasa serta optimisme ketersediaan lapangan kerja.

Penjualan Mobil dan Motor

Per Juni 2017, penjualan kendaraan bermotor ada di angka 535.000, yang didominasi oleh kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV) sebesar 55%. Sedangkan sisanya didukung oleh penjualan mobil low cost green car (LCGC) 22%, dan sisanya jenis mobil lain.

Laporan Bank Dunia menunjukkan penjualan mobil turun drastis sejak periode yang sama tahun sebelumnya. Terutama ketika memasuki periode jelang Lebaran 2017.

Josua menyatakan, bila dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya memang kurang tepat. Sebab Lebaran sekarang jatuh lebih cepat dibandingkan tahun lalu. “Timing Lebaran mempengaruhi penjualan,” ujarnya.

Untuk sepeda motor cenderung kontraksi sejak Agustus 2016. Menurut Josua hal tersebut sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir akibat penurunan permintaan dari masyarakat.

Demand buat motor menurun, karena sejak ada LCGC dengan harga yang lebih murah,” tegas Josua.

Penjualan Ritel

Dari grafik yang disajikan, penjualan ritel terlihat sedikit menurun pada Agustus 2016 sampai Agustus 2017. Namun bila dilihat dari awal tahun, penjualan ritel dapat dikatakan datar.

Bila sedikit melihat data yang lebih panjang, yaitu Juni 2016 saat penjualan ritel mencapai 16%. Hingga akhir tahun terlihat ada penurunan. Selanjutnya awal 2017, pertumbuhan penjualan ritel di bawah 10% alias single digit.

Posisi terburuk memang pada Juli 2017, saat penjualan terkontraksi sampai 3%. Meskipun Agustus berbalik tumbuh.

Penjualan kebutuhan dasar seperti makanan, minuman dan tembakau masih stabil. Penurunan terlihat pada komponen lain, seperti pakaian, suku cadang, aksesoris hingga perlengkapan rumah tangga.

“Saya enggak melihat penurunan daya beli di sini,” kata Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede , Kamis (5/10/2017).

Josua coba kawinkan data Bank Dunia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terkait peningkatan simpanan masyarakat. Simpanan di atas Rp 2 miliar yang merupakan kelas menengah meningkat sejak akhir tahun. Ini menandakan masyarakat masih memiliki kekuatan untuk belanja, tapi keinginannya tidak besar.

Kelompok menengah ke bawah alami peningkatan rill per kapita, seiring dengan penyaluran bantuan sosial, transfer ke daerah hingga dana desa.

“Semestinya secara teori daya beli masih kuat. Kalau misalkan beli makan cukup, tabungan masih ada, semestinya beli yang lain juga bisa,” pungkasnya.

Sumber : detik.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: