Sri Mulyani Minta Start Up Tak Risau Soal Pajak

Menteri Keuangan  Sri Mulyani Indrawati mendorong anak muda yang memiliki ide kreatif dan akan memulai bisnis rintisan agar tidak merisaukan soal pajak. “Kalau baru punya ide enggak perlu punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak),” kata dia saat menjadi pembicara di Ideafest di Jakarta Convention Center, Jumat, 6 September 2017.

Ketika perusahaan rintisan itu mulai berdiri pun, Sri mengatakan mereka masih belum perlu bayar pajak. Bahkan ketika perusahaan itu mulai mendapat penghasilan namun penerimaannya masih di bawah batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) atau masih di bawah Rp 4,8 miliar per tahun, Sri mengatakan mereka tetap tidak perlu membayar pajak. “Kalau pun bayar pajak, itu adalah pajak usaha kecil yang hanya 1 persen. Jadi jangan merasa khawatir,” kata dia.

Selain soal pajak, Sri mengatakan salah satu kendala anak muda untuk merealisasikan idenya adalah perkara modal usaha. Berbeda dengan perusahaan konvensional yang bisa memperoleh pembiayaan lewat pinjaman perbankan, bisnis rintisan sulit dapat pinjaman bank lantaran masih menjajakan ide.

Oleh karena itu, dia mengatakan pemerintah tengah berupaya menyederhanakan proses bagi perusahaan start-up agar bisa ikut melantai di pasar modal. “Saya berjanji akan mengurangi dampak kerumitannya.”

Sri mengatakan tengah membicarakannya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk merealisasikan kemudahan itu. Dia ingin bursa menjadi tempat orang-orang mendapatkan modal tanpa proses yang panjang.

Dulu, kata Sri Mulyani, untuk bisa melakukan listing, maka suatu perusahaan mesti diaudit dulu keuangannya oleh akuntan publik. Tidak hanya itu, perusahaan yang akan melantai juga dipersyaratkan telah berjalan beberapa tahun. “Ada beberapa persyaratan lain, itu akan kami sederhanakan.”

Nantinya, dia mengatakan para pelaku bisnis rintisan bisa melantai tanpa perlu memiliki rekam jejak yang panjang. Syaratnya, mereka mesti memiliki ide yang mumpuni dan visioner untuk bisa dijual.

Hanya saja, Sri meminta agar pebisnis start-up menyiapkan tata kelola yang baik sebelum memutuskan melantai di bursa. “Kemudian jangan seenaknya sendiri sebab anda meminjam uang kepada orang lain,” ujarnya. Karakter itu lah, yang menurut dia, akan menunjukkan tanggungjawab pebisnis nantinya. “Akan membedakan pengusaha sukses dan tidak.”

Dia mengatakan, dalam hidup itu ada suatu tanggungjawab yang diemban manusia. Salah satunya adalah mengenai aturan. Dia berujar tidak bisa membuat pasar modal menjadi bebas aturan. Hanya saja, dia berjanji aturan yang ada akan lebih mudah.

Selanjutnya, Sri berpetuah agar anak muda tidak takut untuk merealisasikan idenya meski masih minim pengalaman. “Kalau punya ide lakukan saja sekarang,”

Dia mengisahkan tentang founder angkutan berbasis aplikasi GoJek, Nadiem Makarim yang langsung merealisasikan idenya dan ternyata saat ini berdampak banyak untuk masyarakat. Menurut dia, ketidaktahuan mengenai belantara hidup justru menjadi keunggulan bagi anak muda lantaran tidak perlu takut dalam mewujudkan gagasan.

Anak muda, kata  Sri Mulyani Indrawati bebas memulai dan menciptakan ide. “Sehingga dia jadi mending tidak tahu, so you do it,” kata dia.

Sumber : tempo.co

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: