7 Alasan Kenapa Peringkat Kemudahan Berusaha Indonesia Naik, Biaya dan Pajak Lebih Murah

https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 01 320 1806444 7-alasan-kenapa-peringkat-kemudahan-berusaha-indonesia-naik-biaya-dan-pajak-lebih-murah-Hx8oNGtoiP.jpg

Ada tujuh indikator yang menjadi pertimbangan Bank Dunia untuk meningkatkan peringkat kemudahan bisnis atau Ease of Doing Business (EODB) Indonesia. Sebagai rekomendasi EODB tahun 2018, Indonesia berada di peringkat 72 dari sebelumnya di peringkat 91.

Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo A. Chaves merinci 7 indikator faktor yang mendorong perbaikan peringkat EODB Indonesia. Bank Dunia mengambil data sampel dari dua kota pusat bisnis di Indonesia, yaitu Jakarta dan Surabaya.

“Dua kota yang diukur dalam laporan Bank Dunia adalah reformasi yang dilakukan di Jakarta dan Surabaya,” ujarnya di Kantor Perwakilan Bank Dunia di Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Ke 7 faktor tersebut antara lain:

  1. Biaya memulai usaha dibuat lebih rendah dengan penurunan dari sebelumnya 19,4% menjadi 10,9% pendapatan per kapita.

Dalam hal ini, Indonesia mendapat skor The Distance to Frontier (DTF) 80 poin dan peringkat 144

  1. Biaya mendapatkan sambungan listrik dibuat lebih murah dengan mengurangi biaya sambungan dan sertifikasi kabel internal. Biaya untuk mendapatkan sambungan listrik kini 276% dari pendapatan per kapita turun dari 375%. Di Jakarta dengan proses permintaan untuk sambungan baru lebih singkat dan listrik didapatkan lebih mudah.

Dalam hal ini, Indonesia mendapat skor The Distance to Frontier (DTF) 85 poin dan peringkat 38.

  1. Akses perkreditan ditingkatkan dengan dibentuknya biro kredit baru

Dalam hal ini, Indonesia mendapat skor The Distance to Frontier (DTF) 65 poin dan peringkat 55.

  1. Perdagangan lintas negara difasilitasi dengan perbaikan sistem penagihan elektronik untuk pajak, bea cukai serta pendapatan bukan pajak. Akibatnya waktu untuk mendapatkan dan memproses serta mengirimkan dokumen saat mengimpor turun dari 133 jam menjadi 119 jam.

Dalam hal ini, Indonesia mendapat skor The Distance to Frontier (DTF) 65 poin dan peringkat 112.

  1. Pendaftaran properti dibuat lebih murah dengan mengurangi pajak transfer, sehingga mengurangi biaya keseluruhan dari 10,8% menjadi 8,3% dari nilai properti.

Dalam hal ini, Indonesia mendapat skor The Distance to Frontier (DTF) 60 poin dan peringkat 106.

  1. Hak pemegang saham minoritas diperkuat dengan adanya peningkatan hak, serta peran mereka dalam keputusan perusahaan besar, begitu pula dengan peningkatan transparansi perusahaan.

Dalam hal ini, Indonesia mendapat skor The Distance to Frontier (DTF) 65 poin dan peringkat 43.

  1. Pembayaran pajak dengan menggunakan formulir onlineserta tingkat pajak laba yang lebih rendah.

Dalam hal ini, Indonesia mendapat skor The Distance to Frontier (DTF) 65 poin dan peringkat 114.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: