Banggar minta target PNBP minerba 2018 dinaikkan

Badan Anggaran (Banggar) DPR meminta pemerintah menaikkan target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam (SDA) minerba di tahun depan. DPR berpandangan, harga batubara cenderung meningkat sehingga bisa mendongkrak penerimaan negara.

Dalam nota keuangan RAPBN 2018, pemerintah mengusulkan target PNBP minerba di tahun depan sebesar Rp 16,78 triliun. Jumlah itu lebih rendah dibanding dalam RAPBN-P 2017 yang sebesar Rp 17,9 triliun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot mengatakan, angka itu utamanya mempertimbangkan penurunan produksi batubara. Menurutnya, produksi batubara memang harus diturunkan lantaran batubara tak lagi dianggap sebagai komoditas, melainkan sebagai sumber energi.

“Sehingga kami harap produksi batubara mulai turun dan ekspor batubara juga turun nanti,” kata Bambang dalam rapat dengan Banggar di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/9).

Selain itu, dalam kurun waktu sejak 2013, harga batubara menurun rata-rata 5% per tahun. Di sisi lain, penerimaan royalti mineral juga belum bagus karena dan smelter belum banyak dibangun sehingga berpengaruh, walau kontribusi mineral hanya Rp 2 triliun.

Meski demikian, Anggota Banggar Fraksi Partai Demokrat Wahyu Sanjaya mengatakan, harga batubara yang menurun 5% per tahun sejak 2013 tidak sesuai dengan apa yang disampaikan PLN. Sebab PLN mengatakan ada kecenderungan harga batubara meningkat, bahkan agak banyak di akhir tahun.

Begitu juga dengan perkiraan harga batubara di tahun depan yang diperkirakan meningkat. Hal itu lanjut Wahyu, yang mendasari PLN meminta anggaran subsidi yang cukup besar.

“Di sini saya lihat Bapak Dirjen mengatakan ada kecenderungan turun dan tahun depan lebih turun lagi. Yang benar Bapak atau yang dari PLN?,” kata Wahyu. Dengan kecenderungan harga yang naik tersebut lanjut dia, seharusnya PNBP minerba naik.

Wakil Ketua Banggar Djoko Ujiyanto juga mempertanyakan target tersebut. Menurutnya, di tahun ini harga batubara sudah ada yang mencapai US$ 82 per ton. “Jadi messagenya kita tidak bisa tangkap,” katanya.

Sumber : kontan.co.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: