Negara Turun Tangan Biayai Usaha Rintisan

Terbaru, Korsel menyiapkan dana 10 triliun won guna mendanai start-up

SEOUL. Keberadaan usaha rintisan alias start-up semakin mendapat perhatian, tidak hanya dari investor swasta, namun juga negara. Kini, kian banyak pemerintahan yang memberikan perhatian penuh terhadap usaha rintisan, tidak hanya dari regulasi, namun juga dalam hal pendanaan.

Berita terbaru datang dari Negeri Gingseng. Seperti diberitakan asia.nikkei.com, Jumat (3/11), Pemerintah Korea Selatan (Korsel) sedang mempersiapkan sebuah venture fund yang akan menyokong perkembangan start-up di negara ini.

Venture fund tersebut ditargetkan menampung dana senilai 10 triliun won atau setara Rp 121,02 triliun (kurs KRW 1= Rp 12,10) guna mendanai pebisnis start-up.

Kim Dong-yeon, Mneteri Strategi dan Keuangan Korsel dalam konferasi pers, Kamis (2/11) di Seoul mengatakan, Pemerintah Korsel sangat mendukung keberadaan usaha rintisan. “Kami akan membangun sebuah lingkungan dimana semua orang yang berbakat, dapat memulai usaha baru yang inovatif dan menantang,” tutur Dong-yeon, seperti dikutip Reuters.

Dong-yeon menambahkan, pihaknya berencana mengumpulkan alokasi anggran tersebut dalam tiga tahun depan. Dari total 10 triliun won, Pemerintah Korsel bakal menyumbang 3 triliun won dan sisanya 7 triliun won berasal dari sektor swasta.

Perlu diketahui, sekitar 2.000 perusahaan rintisan telah bermunculan di Korsel. Kebanyakan dari start-up tersebut memberikan jasa informasi teknologi. Contoh start-up yang sukses di Korsel di antaranya Naver dan Kakao.

Banjir pendanaan

Dukungan yang sedianya akan diberikan Pemerintah Korsel bagi industri start-up masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan China atau Amerika Serikat (AS). Seperti diberikan http://www.techinasia.com, Agustus tahun lalu, sudah sejak tahun 2016, China membangun venture fund guna mendukung pengembangan bisnis start-up.

Negara dikawasan Arab juga punya perhatian yang tinggi pada bisnis start-up tersebut. Antusias Pemerintah Arab (UEA) terhadap bisnis start-up juga tercermin dalam sejumlah kebijkannya.

Demikian juga dengan India. Seperti diulas dalam http://www.entrepreneur.com, sepanjang tahun 2017 sebanyak 1000 bisnis rintisan hadir di India. India pun kini menjadi negara dengan populasi start-up terbesar setelah Amerika Serikat dan Inggris.

Di India, tingkat kematian start-up berada di kisaran 35%. Adapun sebanyak 50% dari start-up yang mencul di India tahun ini bercokol di bisnis teknologi finansial alias finansial technology (fintech) dan healthtech.

Sedangkan di Malaysia, Perdana Menteri Najib Razak seperti diberitakan New Straits Times menyebutkan, pihaknya menganggarkan dana RM 1 miliar atau setara Rp 1,3 triliun di 2018 guna membantu permodalan para pelaku start-up.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: