Penerimaan Pajak Awal November Baru 67,7%, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Meski mendekati akhir tahun, kinerja penerimaan pajak pemerintah tak kunjung melonjak.

Berdasarkan data penerimaan yang diterima Bisnis, realisasi penerimaan pajak per Senin (6/11) kemarin masih senilai Rp869,6 triliun atau 67,7% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2017 yakni Rp1.283,6 triliun.

Data itu juga mengungkapkan capaian penerimaan dari masing-masing kantor pajak termasuk Kantor Wilayah dan KPP. Hasilnya dari sekitar 34 kantor pajak hanya tiga yang tercatat mengalami pertumbuhan positif, sedangkan sisanya masih tumbuh secara negatif. Tak hanya itu, kinerja penerimaan pajak tersebut lebih buruk dibandingkan tahun lalu, karena dalam periode yang sama realisasi pajaknya mencapai Rp961, 6 triliun.

Adapun Kanwil yang tercatat mengalami pertumbuhan positif diantaranya Kanwil Banten, Kanwil Jawa Barat II, dan Kanwil Jakarta Khusus. Kinerja penerimaan pajak paling tinggi diraih Kanwil Banten, realisasi penerimaan pajak hingga Senin kemarin mencapai 81,29% atau Rp31,1 triliun dari target senilai Rp38,6 triliun (target APBN 2017).

Namun demikian, pejabat di Ditjen Pajak belum memberikan komentar ihwal kinerja penerimaan tersebut. Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Ditjen Pajak Yon Arsal mengatakan, kendati kewenangan penerimaan di Ditjen Pajak, namun kewenangan untuk menyampaikan data penerimaan ada di Kemenkeu.

“Nanti publikasi lengkapnya resmi dari bagian komunikasi dan layanan informasi,” katanya Selasa (6/11/2017).

Adapun, realisasi penerimaan itu tak jauh berbeda dengan hitungan penerimaan akhir Oktober lalu. Waktu itu merujuk pernyataan Ditjen Pajak tanggal 27 Oktober lalu, penerimaan pajak dibandingkan tahun lalu tumbuh sebesar 25%.

Jika realisasi penerimaan pajak Rp78,5 triliun, maka realisasi Oktober tahun ini sebesar Rp98,1 triliun. Sehingga penerimaan Januari – Oktober (belum final) diprediksi hanya Rp868,8 triliun atau kurang Rp414,8 triliun dari target senilai Rp1.283,6 triliun.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan dengan capaian tersebut maka cara-cara konvensioanal akan sulit digunakan untuk mengejar penerimaan pajak.

Menurut Yustinus, sebenarnya banyak potensi yang masih digali. Namun karena realisasi penerimaan masih di bawah 70% maka tampaknya ada stagnasi terutama untuk melakukan intensifikasi.

Sumber : bisnis.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: