146 Negara Komitmen Saling Tukar Informasi Perpajakan dengan Indonesia

https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 23 20 1818974 146-negara-komitmen-saling-tukar-informasi-perpajakan-dengan-indonesia-ptbIj3NIsz.jpg

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan hingga saat ini sudah ada sebanyak 146 Negara termasuk Indonesia yang menyatakan siap menerapkan pertukaran informasi data nasabah guna keperluan perpajakan (Automatic Exchange of Information/AEoI). Jumlah ini meningkat dengan penambahan 44 negara lainnya dari sebelumnya hanya 102 negara termasuk RI yang sudah komitmen ikut pada 2017 dan 2018.

Kepala Subdit Pertukaran Informasi Perpajakan Internasional, Leli Listianawati mengatakan dari 102 negara yang sudah komitmen dan sepakat menerapkan AEoI, ada sebanyak 49 negara yang siap melaksanakan komitmen tersebut di tahun ini, di antaranya, Argentina, Korea, Perencis, Mexico, Inggris dan Afrika Selatan.

Sedangkan 53 negara lainnya akan menerapkan di 2018 termasuk Indonesia bersama dengan negara China, Malaysia, Brazil, Brunei Darussalam, Kanada, Jepang dan Arab Saudi. Sementara itu, ke 44 negara tambahan belum diketahui kapan akan menerapkan karena beberapa kendala.

“Negara-negara yang sudah komitmen jalankan AEoI sekarang 146 negara. Semua negara sudah laksanakan kecuali negara-negara yang kena badai Karibia, seperti British Virgin Islands (BVI) karena mereka sangat rusak infrastrukturnya jadi ditunda pelaksanaannya,” ungkap Leli di Manado, Kamis (23/11/2017).

Lanjut Leli, 44 negara yang bertambah dan bersedia dalam pertukaran informasi guna keperluan perpajakan semuanya adalah negara berkembang di luar negara yang tergabung dalam G-20. Dari 44 negara tersebut ada 4 negara yang sudah menentukan kapan akan mulai menerapkan. Sedangkan 40 negara lainnya masih dalam tahap penentuan dan belum menemukan keputusan.

“Ada 44 negara tambahannya, 4 negara sudah tentukan kapan tahunnya, Albania pada 2020, Maldives pada 2020, Nigeria pada 2019 dan Peru tahun 2020 juga sama dengan Albania dan Maldives,” jelasnya.

Menurutnya, meski ada beberapa negara yang masih tertunda kepastian kapan akan menerapkan AEoI ini, namun semua sudah berkomitmen akan menyusul. Selain itu, ia meyakini jumlah negara yang akan menerapkan AEoI akan berkembang dan bertambah terus. Dengan begitu maka tidak akan ada lagi tempat bagi pengemplang pajak untuk menyembunyikan hartanya.

“Ada negara yang disinyalir akan jadi hubungan baru untuk menyembunyikan pajak, atau juridiction relevance to AEoI. Negara-negaranya masih confidential, jadi enggak ada lagi tempat untuk sembunyikan (harta),” tukasnya.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: