PELABUHAN ALIH MUAT : Priok Ditarget Tangani 15 Juta TEUs/Tahun

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan volume bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada 2020 naik dua kali lipat menjadi 15 juta TEUs per tahun.

Menhub menjelaskan target itu bisa tercapai jika Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan alih muat barang internasional atau transhipment port.

“Kalau bicara ambisi, dalam 3 tahun bisa dua kali lipat. Mudah-mudahan teman-teman industri kompak. [Kalau kompak] kita bisa,” katanya dalam seminar bertajuk Mewujudkan Transhipment Jakarta Port di salah satu hotel di Jakarta, Jakarta (14/11).

Budi Karya mengimbau kepada pemilik barang dan perusahaan pelayaran mengarahkan barang-barang tujuan internasional dari sejumlah daerah ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Selama ini, barang dari daerah langsung dikapalkan ke Pelabuhan Singapura atau Tanjung Pelepas Malaysia.

Dengan strategi mengarahkan ke Tanjung Priok, volume bongkar muat di pelabuhan terbesar di Indonesia itu dapat semakin meningkat dan lebih ekonomis.

Bila tarif di Tanjung Priok bisa bersaing, Menhub menegaskan bakal mengundang perusahaan pelayaran besar untuk sandar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Salah satu contohnya adalah kapal milik CMA-CGM yang sudah rutin sandar di Tanjung Priok seminggu sekali.

Menurutnya, hal itu merupakan tanda bahwa Pelabuhan Tanjung Priok sudah memiliki daya saing yang tak kalah dengan pelabuhan lain di dunia.

Namun, Budi Karya menambahkan masih ada sejumlah kendala di Tanjung Priok antara lain mengenai proses pengurusan dokumen yang masih lama dan tarif yang belum kompetitif.

Oleh karena itu, dia sudah berkomunikasi dengan pihak terkait seperti BPPOM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Bea Cukai. Terkait harga, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman tengah menginventarisasi tarif yang diterapkan di Tanjung Priok.

“Memang ada indikasi harga di Tanjung Priok kurang kompetitif. Kami secara terbuka akan bandingkan dengan pelabuhan-pelabuhan menjadi kompetitor,” imbuhnya.

PUSAT KONSOLIDASI

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Elvyn G. Masassya yang hadir dalam acara itu optimistis bisa menjadikan Tanjung Priok sebagai pusat konsolidasi barang dari dan ke seluruh Indonesia.

Terkait target yang diberikan Menhub, dia menyatakan hal tersebut cukup relevan.

Saat ini, dia menjelaskan kapasitas bongkar muat di Tanjung Priok masih sekitar 7 juta TEUs. Bila Terminal Kalibaru atau New Priok Container Terminal One (NPCT-1) dan NPCT-2 dan NPCT-3 sudah rampung maka ada potensi peningkatan hingga 11,5 juta TEUs.

Selain itu, dia menjamin infrastruktur Pelabuhan Tanjung Priok juga sudah siap menangani 15 juta TEUs per tahun.

Elvyn mengatakan kedalaman kolam di Tanjung Priok sudah mencapai 16 meter. Fasilitas tersebut merupakan syarat agar kapal kontainer raksasa alias mother vessel bisa sandar.

Dari sisi suprastruktur, Elvyn mengklaim Tanjung Priok bisa bersaing dengan pelabuhan lain seperti Singapura.

Alasannya, Pelindo II sudah menerapkan digitalisasi sehingga proses pengurusan dokumen lebih cepat dan efisien.

Presiden Direktur CMA-CGM Indonesia Farid Belbouab menuturkan saat ini pengiriman kargo ke Amerika Serikat dari Tanjung Priok tumbuh 200%. Pada Februari tahun depan, CMA-CGM juga akan mulai membawa barang dari Semarang dan Surabaya ke Eropa Utara.

Namun, Belbouab mengeluhkan soal masih lamanya proses pengurusan dokumen di Pelabuhan Tanjung Priok, khususnya dari kapal utama (mother vessel) ke kapal kecil (feeder).

“Terlalu lama proses dari dan ke mother vessel dari feeder. Contohnya barang dari Makassar bisa sampai 1,5 hari karena terlalu banyak dokumen yang diurus,” katanya.

Dia berharap pemerintah bisa seera membenahi regulasi dan prosedur bead an cukai agar proses pengurusan dokumen bisa lebih cepat.

Sumber : bisnis.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: