Dirjen Pajak Baru Mulai Kerja Awal Desember, Apa Tugasnya?

Dirjen Pajak Baru Mulai Kerja Awal Desember, Apa Tugasnya?

Direktur Jenderal Pajak (DJP) Ken Dwijugiasteadi akan mengakhiri jabatannya sebagai orang nomor satu di Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) pada awal Desember 2017.

Ken akan digantikan lantaran telah genap berusia 60 tahun pada 8 November 2017 atau telah memasuki usia pensiun.

Hingga saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memutuskan siapa pengganti Ken Dwijugiasteadi. Meskipun dikabarkan terdapat beberapa nama calon yang telah diusulkan, bahkan yang masih hangat terkait dengan hembusan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan menjadi sosok yang paling kuat menduduki kursi pimpinan Ditjen Pajak.
Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo mengatakan, ada beberapa tugas yang harus dilakukan Dirjen Pajak yang baru mengingat masa pemerintahan kabinet kerja tinggal dua tahun lagi. Selain penerimaan, apa lagi?

Prastowo menilai, Dirjen Pajak yang baru nantinya harus tetap menegakkan hukum dengan selektif atau tidak membabi buta lantaran memasuki tahun politik untuk tidak menciptakan kegaduhan, yang berdampak pada perekonomian nasional.

“Lalu menjaga momentum, seperti kita lihat dari FDI juga belum optimal dan itu faktor politik, dan ketiga catatan saya masih soal persepsi, padahal pajak enggak pernah bikin kebijakan yang aneh-aneh, tapi isu yang keluar aneh-aneh, sehingga isu panik efek muncul, Saya khawatir kalau tidak dimoderasi kebijakan pajak ke depan malah akan jadi boomerang bagi pemerintah,” tambah dia.

Sebagai orang nomor satu di otoritas pajak nasional juga harus bisa mengambil sisi baik para terdahulunya, seperti halnya Darmin Nasution yang mampu membuat pegawai dan masyarakat tidak tertekan, mengayomi, dan yang penting mampu mem-back up.

“Yang saya harapkan dirjen pajak yang datang, mampu membangun budaya yang baru dengan merancang ke depan soal kualitas SDM, dan membuat orang semakin mudah membayar pajak,” jelas dia.

Tidak hanya itu, Dirjen Pajak ke depannya juga harus memiliki visi dan misi dengan atasannya. Apalagi, Dirjen Pajak akan terbantu dengan adanya Tim Reformasi Perpajakan.

“Jadi punya menkeu yang kredibel itu penting, artinya kalau dirjen mau kerja tenang, biar menteri yang hadapi gangguan politik. Lalu saya mendorong pemetaan internal DJP perlu diteruskan, sekarang kita kesulitan karena belum kelihatan pola karir yang belum jelas,” tutup dia.

Sumber : detik.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: