Tercemar Kampanye Hitam, Jokowi Minta Peremajaan Sawit Dipercepat

https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 27 320 1821467 tercemar-kampanye-hitam-jokowi-minta-peremajaan-sawit-dipercepat-TvvTxT01LB.jpg

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus berupaya mewujudkan komitmen pemerintah Indonesia untuk memeratakan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di seluruh Tanah Air. Upaya tersebut diwujudkan salah satunya dengan meremajakan kebun sawit rakyat seluas 9.109,29 hektare yang mencakup sejumlah daerah di Sumatera Utara.

Di antaranya Serdang Bedagai, Langkat, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu, Asahan, Batubara, Simalungun, Labuhan Batu Utara, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Deli Serdang, hingga Tapanuli Tengah.

Meski demikian, jumlah tersebut dinilai Kepala Negara masih sangat kurang. Apalagi, PSR di Sumatra Utara sudah sangat mendesak karena dari total 470.000 hektare sawit perkebunan rakyat, seluas 350.000 hektare perlu dilakukan peremajakan.

“Yang perlu diremajakan 350 ribu hektare, gede sekali dan biayanya tidak sedikit. Tapi harus kita kerjakan kalau tidak kita hanya melihat kelapa sawit yang umur 25-30 tahun tidak produktif, harus diremajakan,” kata Jokowi dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/11/2017).

‎Jokowi mengatakan, dari luas 4,6 juta hektare lahan pekebun kelapa sawit, diperkirakan terdapat 2,4 juta hektare memiliki produktivitas di bawah 2,5 ton Crude Palm Oil (CPO) per tahun dalam setiap satu hektar. Penurunan ini diakibatkan umur kelapa sawit sudah lebih dari 25 tahun atau tidak menggunakan kualitas benih yang baik pada masa lalu.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama dengan pemerintah mendukung berjalannya program PSR guna meningkatkan produktivitas kelapa sawit Indonesia.

“Kita harus kerja keras bagaimana merawat, memelihara, dan meremajakan karena banyak kelapa sawit kita yang sudah tua-tua, tua renta, bahkan ada yang pikun juga sehingga produktivitasnya menurun, bisa separuh, sepertiganya dari swasta,” jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun telah memerintahkan jajarannya untuk segera menjalankan program PSR agar kelapa sawit Indonesia bisa bersaing dan menjadi unggulan di dunia internasional. “Saya perintahkan ke Pak Menko Perekonomian, Pak Darmin Nasution untuk diremajakan semuanya, yang milik rakyat harus diremajakan kalau tidak kita bisa disalip negara lain,” ungkap Jokowi.

Selama ini Indonesia memang dikenal sebagai negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia hingga mendapat julukan emas hijau.‎ “Memang tidak berlebihan saat kelapa sawit disebut emas hijau bagi negara kita Indonesia, sebab negara kita adalah negara produsen kelapa sawit yang terbesar di dunia, bukan di Asia atau Asia Tenggara tapi di dunia,” tutur Presiden.

Jokowi mengaku tak ingin berpuas diri karena julukan Indonesia itu. Bagi dia, ia mengungkapkan, sejumlah tanggung jawab yang harus diemban pemerintah. “Tapi ingat juga menjadi produsen kelapa sawit terbesar artinya kita harus menjadi yang terdepan dalam

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: