2 Tahun Lagi Pensiun, Dirjen Baru Jangan Dibebani Target Pajak yang Tinggi

https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 02 20 1824063 2-tahun-lagi-pensiun-dirjen-baru-jangan-dibebani-target-pajak-yang-tinggi-BJ8S1T5DtV.jpg

Robert Pakpahan telah resmi dilantik Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Robert menggantikan Ken Dwijugiasteadi yang telah memasuki masa pensiun.

Pengamat Pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Darussalam mengatakan, tak perlu membebani Robert untuk merealisasikan target penerimaan pajak yang tinggi mengingat usia mantan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) sudah mendekati masa pensiun pada dua tahun mendatang.

“Oleh karena Dirjen Pajak baru ini hanya efektif menjabat dua tahun mengingat usia beliau yang dua tahun lagi pensiun, maka intinya Dirjen Pajak baru jangan dibebani dulu dengan target penerimaan pajak yang tinggi tetapi mengantar DJP (Direktorat Jenderal Pajak) untuk melakukan proses reformasi pajak di segala bidang,” ujar Darussalam kepada Okezone.

 Reformasi tersebut, kata Darussalam, dilakukan dengan konteks jangka panjang yang meliputi Sumber Daya Manusia (SDM) hingga revisi undang-undang (UU) perpajakan.

“Lantas fokus kepada reformasi pajak dalam konteks jangka panjang yang meliputi reformasi SDM, organisasi, proses bisnis, basis data dan teknologi informasi, dan revisi UU pajak,” terangnya.

Menurutnya tugas terpenting Robert saat ini adalah membawa DJP menjadi lembaga yang lebih dipercaya oleh masyarakat dalam melaksanakan administrasi perpajakan. Selain itu, Robert juga harus mampu menempatkan DJP sebagai lokomotif pembangunan bangsa. “Menempatkan DJP sebagai lokomotif pembangunan bangsa yang meliputi tidak semata-mata fungsi penerimaan saja tetapi juga fungsi stabilisasi, distribusi, dan pengaturan fiskal,” jelasnya.

Untuk diketahui, pemerintah memberikan target penerimaan pajak 2017 sebesar Rp1.283,6 triliun. Hingga akhir November penerimaan pajak sendiri sudah mencapai 78%. Itu berarti dalam 1 bulan Robert harus mengejar kekurangan dari capaian target.

Sebelumnya, Pengamat Perpajakan dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Roni Bako menyatakan target penerimaan sebesar Rp1.283,6 triliun adalah angka yang sangat tinggi.

Menurutnya untuk sampai Rp.1000 triliun saja sangat sulit, berbeda pada tahun sebelumnya yang mampu tembus Rp1.105 triliun dikarenakan adanya kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty.

“Tahun lalu juga ada (Rp 1.105 triliun) itu karena ada tax amnesty, kalo sekarang kan enggak ada kayaknya untuk sama pun agak susah apalagi mencapai target,” tukasnya.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: