Google Bayar Pajak, Bagaimana Twitter dan Facebook? Ini Kata Sri Mulyani

https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 04 20 1824963 google-bayar-pajak-bagaimana-twitter-dan-facebook-ini-kata-sri-mulyani-arvaxayiuS.jpg

Google Indonesia dinyatakan telah melunasi kewajiban perpajakannya kepada pemerintah Indonesia untuk tahun 2015. Maka saat ini pemerintah akan fokus untuk mengejar kewajiban perpajakan Google untuk tahun 2016 dan 2017.

Lalu bagaimanakah dengan perusahaan sejenis seperti twitter dan facebook serta perusahaan multinasional berbasis IT lainnya, sehingga dapat mendongkrak penerimaan perpajakan negara?

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan terus melihat potensi perpajakan dari semua perusahaan digital dari luar negeri yang berada di Indonesia. Mulai dari perusahaan kecil hingga perusahaan Over The Top (OTT).

“Pada dasarnya pemerintah Indonesia akan melihat seluruh potensi dari penerimaan perpajakan yang berasal dari sektor digital ini. Apakah dia adalah provider, apakah dia pengembang platform, dia OTT, apakah dia sendiri melakukan transaksi, pelaku dari sisi transaksi itu sendiri, tujuannya adalah untuk meng-create suatu bidang perpajakan,” ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (4/11/2017).

Menurutnya, selama perusahaan dengan layanan OTT seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan Yahoo akan terus dikejar perpajaknnya. Karena selama mereka beroperasi di Indonesia maka mereka harus mematuhi peraturan dan kewajiban untuk membayarkan pajaknya.

“Jadi kalau kita lihat kemarin Google dan berbagai perusahaan yang memiliki aktivitas yang mirip, maka akan terus teliti dari sisi kewajiban pajaknya,” tukas Sri Mulyani.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi pada saat itu mengatakan, pemerintah tidak akan berhenti dalam mengejar kewajiban perpajakan perusahaan OTT sejenis. Perusahaan OTT sendiri adalah perusahaan penyedia layanan dengan konten berupa data, informasi atau multimedia yang berjalan melalui jaringan internet. Ken menjelaskan, perusahan-perusahaan tersebut telah sepakat untuk tunduk kepada peraturan perpajakan yang berlaku.

“Perusahaan OTT, soal tarif sama, tarif PPh biasa normal, apakah perusahaan lain mengikuti iya dong, kan banyak perusahaan lain, dan mereka sudah sepakat dan sudah on going, tahap finalisasi,” ujar Ken di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis, 30 November 2017 lalu.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: