Setelah Berhasil Pajaki Google, Bagaimana Nasib Facebook Dkk?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Akhir November menjadi bulan yang membahagiakan bagi pemerintah khususnya Dirktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Sebab, mereka berhasil ‘menjinakkan’ raksasa teknologi Google untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak.

Sejatinya, perusahaan teknologi yang mencari pundi-pundi di Indonesia tidak hanya Google semata. Masih ada Facebook, Twitter, dan perusahaan multinasional lainnya.

Lalu apakah perusahaan yang dikategorikan Over The Top (OTT) itu juga akan senasib dengan Google?

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pihaknya akan terus memantau seluruh potensi penerimaan pajak dari berbagai aspek yang berasal dari sektor digital. Pemantauan itu dilakukan agar penagihan pajak kepada perusahaan IT dapat berjalan dengan baik.

“Pemerintah terus melihat seluruh potensi dari penerimaan perpajakan yang berasal dari sektor digital ini, apakah dia adalah provider, apakah dia pengembang platform, dia OTT, apakah dia sendiri melakukan transaksi pelaku dari sisi transaksi itu sendiri, tujuannya adalah untuk meng-create suatu bidang perpajakan,” kata Sri Mulyani di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (4/12).

Lebih lanjut, Sri Mulyani menegaskan jika nantinya perusahaan IT seperti Facebook dan Twitter melakukan aktivitas yang sama dengan Google, maka pihaknya berkewajiban untuk menerapkan kebijakan yang sama. Melalui upaya itu, diharapkan para raksasa teknologi dunia dan multinasional dapat bersikap kooperatif.

“Jadi kalau kita lihat kemarin Google dan berbagai perusahaan yang memiliki aktivitas yang mirip, maka akan terus teliti dari sisi kewajiban pajaknya,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi malam ini akan mengakhiri jabatannya. Dirinya telah memasuki masa pensiun sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Namun, sebelum dia menutup karirnya sebagai dirjen pajak, Ken akan mengumumkan pencapaian terakhirnya. Disinyalir, pihaknya berhasil ‘menaklukan’ bentuk usaha tetap (BUT) dengan inisial G atau Google untuk membayar pajak di Indonesia.

“Makasih teman-teman berita bagus di November, kebetulan saya lahir November, dan saya akan berakhir masa sebagai PNS (pukul) 24.00 WIB, tapi sebelum berakhir jadi PNS nanti malam saya akan umumkan bahwa kinerja dari teman-teman kanwil khusus dan KPP Badora (badan dan orang asing) telah menyelesaikan tugas dengan baik, bahwa ada perusahaan inisialnya G telah melunasi pajaknya sesuai dengan peraturan UU perpajakan di Indonesia,” kata Ken.

Ken mengungkapkan, pajak yang dibayar oleh G merupakan kewajiban pada 2015 lalu. Pajak yang dibayarkan berupa pajak penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Dan Indonesia merupakan salah satu negara yang bisa memajaki perusahaan G tersebut, karena di UU pajak kita memenuhi syarat untuk itu,” tuturnya.

Sumber : jawapos.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: