Jaga jumlah utang, pemerintah diminta tak jor-joran bangun infrastruktur

Ketua Koalisi Anti Utang (KAU), Dani Setiawan, mengatakan saat ini pemerintah perlu fokus untuk mengurangi jumlah utang. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi membengkaknya utang pemerintah.

“Ada dua hal setidaknya yang bisa kita lakukan pertama adalah saya kira harus direm ambisi-ambisi melakukan pembangunan yang akan menyerap anggaran yang sangat besar yang itu tidak mampu ditanggung oleh kemampuan fiskal kita yang lemah,” kata Dani saat dihubungi oleh Merdeka.com, Minggu (17/12).

Dani menjelaskan, pembangunan infrastruktur harus didasarkan pada skala prioritas. Artinya, harus mendahulukan pembangunan yang dianggap paling penting.

“Jadi harus diidentifikasi mana anggaran-anggaran yang setidaknya akan menyebabkan pemborosan atau menyebabkan kemampuan kita untuk membiayai itu tak cukup. Termasuk mengidentifikasi mana proyek-proyek infrastruktur yang perlu dibangun dan belum perlu dibangun.”

Terakhir, pemerintah perlu meningkatkan potensi dan sumber-sumber penerimaan negara baik sektor pajak maupun non pajak.

“Jadi penerimaan pajak dan non pajak itu harus lebih efektif untuk membiayai pembangunan jangan sampai digunakan sebagian besarnya untuk membayar utang, jadi sama aja kita meminjam untuk membayar utang. Jadi tak efektif untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.”

Dani mengakui, wajar bagi setiap negara di dunia mempunyai utang. Akan tetapi, harus diperhitungkan pula kemampuan untuk melunasinya baik utang jangka panjang maupun utang jangka pendek.

“Siapapun saya kira di dunia ini pemerintah-pemerintah negara di seluruh dunia itu sangat memperhitungkan kemampuan membayar negaranya terhadap pinjaman jangka pendek maupun jangka panjang,” tandasnya.

Sumber : merdeka.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar