Ekspor November Capai USD15,28 Miliar, Mendag: Ini Capaian Tertinggi sejak 2015

https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 22 320 1834742 ekspor-november-capai-usd15-28-miliar-mendag-ini-capaian-tertinggi-sejak-2015-cLWYEUaafZ.jpg

Kementerian Perdagangan mencatatkan capaian nilai ekspor bulan November 2017 sebesar USD15,28 miliar atau meningkat 13,2% dibanding tahun lalu (year on year/yoy). Capaian ekspor bulanan ini dinilai tertinggi sejak tahun 2015.

“Capaian ekspor bulan November 2017 ini sangat baik dan merupakan ekspor bulanan tertinggi sejak Januari 2015. Membaiknya kinerja ekspor di bulan November 2017 didorong oleh meningkatnya ekspor sektor migas dan nonmigas,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/12/2017).

Enggar menyebutkan ekspor migas meningkat 15,2% (yoy) menjadi USD 1,27 miliar, sedangkan ekspor nonmigas meningkat 13,0% (yoy) menjadi USD 14,01 miliar.

Secara kumulatif ekspor selama Januari-November 2017 mencapai USD 153,90 miliar atau meningkat sebesar 17,2% dibanding periode yang sama tahun 2016.

Peningkatan nilai ekspor selama Januari-November 2017 terjadi karena adanya peningkatan sektor pertambangan yang naik 34,4% (yoy) sektor migas 19,9%, sektor industri 14,3%, dan sektor pertanian 11,4%.

Beberapa produk nonmigas yang nilai ekspornya naik signifikan, antara lain besi baja (HS 72) naik 76,1%, bubur kayu/pulp (HS 47) naik 55,8%, bahan bakar mineral (HS 27) naik 46,1%, serta karet dan barang dari karet (HS 40) naik 41,8%.

Kinerja ekspor ke beberapa negara mitra dagang selama Januari-November 2017 juga dinilai Enggar cukup menggembirakan. Ekspor nonmigas ke China, nilainya naik 44,5% dan volumenya naik 11,3%, India naik 41,6% volumenya naik 3,9%, serta Malaysia nilainya naik 20,3% dan volumenya naik 19,6%.

Kendati demikian meski secara nilai USD impor lebih rendah dari ekspor namun secara persentase impor bulan November menunjukkan peningkatan yang melampaui nilai ekspor.

Di bulan November 2017, nilai impor tercatat mencapai USD 15,15 miliar, meningkat sebesar 19,6% dibandingkan November 2016 (yoy). Angka ini meningkat 6,4% dibandingkan bulan Oktober (month to month/mtm).

Enggar menjelaskan kenaikan impor bulan November 2017 (mtm) dipicu meningkatnya permintaan impor di sektor migas sebesar 1,22% maupun nonmigas sebesar 7,37%.

Secara kumulatif nilai impor selama Januari-November 2017 tercatat sebesar USD 141,88 miliar atau naik 15,5% (yoy). Kenaikan impor terjadi pada seluruh jenis barang yakni bahan baku/penolong naik sebesar 16,4%, barang modal naik sebesar 11,5% dan barang konsumsi naik sebesar 15,2% (yoy).

“Kenaikan impor bahan baku/penolong dan barang modal mengindikasikan produktivitas industri manufaktur yang tetap tinggi di penghujung tahun 2017,” pungkasnya.

Impor produk nonmigas dari kelompok bahan baku/penolong yang mengalami kenaikan adalah bahan baku untuk industri sebesar 25,9%, makanan dan minuman untuk industri sebesar 18,0%.

Selain itu suku cadang dan perlengkapan alat angkutan juga mengalami kenaikan sebesar 17,2%. Sedangkan kelompok barang modal yang impornya naik signifikan adalah alat angkutan untuk industri sebesar 63,3%.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: