Januari 2018, Kementerian ESDM Lelang Ulang WK Migas yang Tak Laku

https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 29 320 1837673 januari-2018-kementerian-esdm-lelang-ulang-wk-migas-yang-tak-laku-UOFkTJd4aQ.jpg

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas (migas) yang belum laku pada masa lelang 2015 dan 2016. Adapun proses lelang kembali tersebut akan dimulai pada awal tahun 2018 atau tepatnya pada bulan Januari.

Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar mengatakan, pihaknya juga akan melelang beberapa WK Migas konvensional yang belum laku pada tahun 2017. Selain itu, pihaknya juga akan menambahkan beberapa WK migas baru yang dijadwalkan dilelang pada tahun 2018.

“Selain yang gagal lelang tahun 2015 dan 2016, di tahun 2018 akan kita tawarkan lagi ditambah dengan beberapa blok (WK) baru yang memang dischedule untuk dilelang tahun 2018. Jumlahnya saya belum tahu, tapi yang pasti banyak sekali,” ujarnya dalam acara Konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Adapun proses lelang ulang tersebut nantinya akan menggunakan skema grosssplit (bagi hasil). Hal tersebut bertujuan agar WK yang dilelang pada tahun depan diminati oleh banyak investor.

Pasalnya menurut Archandra, banyak investor yang justru berminat dengan skema lelang grosssplit dibandingkan dengan cost recovery. Hal tersebut bisa terlihat dari hasil lelang pada tahun 2015 dan 2016 yang menggunakan skema cost recovery.

Tercatat pada tahun 2015 lalu, dari 8 WK yang ditawarkan tak ada satupun yang berminat. Bahkan pada tahun 2016 lebih parah lagi, karena sebanyak 14 WK yang dilelang tak satu pun perusahaan yang mengajukan ketertarikannya.

Sementara pada tahun ini, dari 10 WK Konvensional yang dilelang , 7 di antaranya dilakukan dengan skema penawaran langsung menggunakan skema grossplit. Hasilnya dari 7 WK yang dilelang dengan sistem penawaran langsung 5 di antaranya bakal diambil investor akibat skema grossplit.

“2015-2016 tidak ada yang laku dengan cost recovery maka akan kita tawarkan dengan gross split, semoga nanti ada yang berminat untuk partisipasi untuk kelola blok tersebut,” jelasnya.

Sebagai informasi, dengan skema grossplit terdapat 7 insentif baru yang ditawarkan pemerintah sehingga para investor lebih tertarik. Adapun yang pertama pada masa eksplorasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mendapat pembebasan bea masuk impor atas barang operasi migas.

Kemudian kedua ada pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn BM) atas perolehan dan pemanfaatan barang dan jasa operasi migas di tahap eksploitasi. Ketiga, Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 tidak dipungut atas impor barang operasi migas.

Keempat, pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 100% sampai dimulainya masa produksi. Kelima, pemanfaatan aset bersama migas (cost sharing) tidak kena PPN. Keenam, ada ketentuan ‘loss carry forwad’ di Pasal 18 Ayat 2 aturan ini. Biaya operasi sebagai pengurang pendapatan kena pajak diperpanjang dari 5 tahun menjadi 10 tahun. Dan terakhir biaya tidak langsung kantor pusat tidak kena PPN.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: