Waspadai Tren Harga Pangan Tinggi

Kenaikan harga pangan di akhir tahun 2017 masih terasa di awal tahun ini. Sejumlah harga bahan pangan kebutuhan sehari-hari menunjukkan peningkatan harga atau stabil tinggi.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, beberapa komoditas pangan yang harganya melambung sampai saat ini antara lain minyak goreng,cabai, telur ayam, dan gula pasir.

Saat ini harga minyak goreng menyentuh Rp 12.800 per liter, harga cabai rawit sebesar Rp 51.500 per kilo gram (kg), harga telur sekitar Rp 26.500 per kg, sementara harga gula pasir mencapai Rp 13.500 per kg.

Menurut Abdullah, kenaikan harga tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, distribusi yang terhambat karena libur akhir tahun sehingga pasokan lebih sedikit.

Kedua, faktor produksi yang berkurang sehingga kenaikan harga tak bisa dihindari. “Untuk cabai misalnya, ada beberapa petani yang tidak mau panen karena takut rusak karena hujan. Mereka juga takut nanti ketika dikirim terkena hujan serta merusak kualitas,” jelas Abdullah kepada KONTAN, Selasa (2/1).

Sedangkan, harga telur ayam sudah meningkat sejak pertengahan Desember 2017 dan terus bertahan di harga tinggi pada saat ini. Sementa ra itu, harga bahan pangan lainnya merangkak naik sebelum hari raya Natal, tapi sudah. kembali normal.

Untuk harga beras, Abdullah memastikan harga beras masih stabil. Namun, sampai saat ini pasokan beras medium masih berkurang di pasaran Berkurangnya pasokan beras medium terjadi sejak hun lalu seiring aturan harga eceran tertinggi (HET). “Minimnya beras medium membuat sejumlah pedagang berlaku curang dengan mengoplos beras medium dengan beras premium,” ujarnya.

Walau sejumlah harga naik, namun menurut Abdullah, secara keseluruhan, pasokan pangan masih mencukupi,lantaran permintaan masyarakat tahun ini lebih rendah daripa pada tahun sebelumnya.

Perlu mengecek stok

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh donesia (APPSI) Ngadiran menambahkan, saat ini harga beras di pasar masih cenderung tinggi. Bahkan harga beras sudah meningkat sejak sebulan yang lalu.

Dia bilang beras rata-rata harga medium sekitar Rp 8.500 hingga Rp 9.500 per liter atau lebih dari Rp 10.000 per kg. Sementara, harga beras dengan kualitas yang paling rendah bisa dihargai hingga Rp 8.000 per liter.

Ia mengungkapkan, harga beras premium bisa mencapai Rp 15.000 per kg, sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk beras premium di beberapa wilayah sebesar Rp 12.800 per kg.

Menurut Ngadiran, salah satu penyebab tingginya harga beras dikarenakan beras yang semakin sulit didapatkan. Karena itu, dia minta pemerintah mengecek ke penggilingan skala besar atau skala kecil untuk memastikan pasokan beras, dan bukan hanya memastikan harga di pasar.

“Barang itu harus dipastikan cukup atau tidak untuk menjaga kestabilan harga, kalau sudah dipastikan baru bisa menentukan langkah apa yang akan diambil,” tambahnya.

Tjahya Widayanti, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemdag) menilai stok komoditas pangan secara umum masih aman. Namun dia mengakui masih ada beberapa komoditas pangan yang harganya tinggi. “Jika dilihat rata-rata nasional yang agak tinggi antara lain telur, daging ayam dan cabai,” jelasnya.

Untuk itu Kemdag berkoordinasi dengan kementerian lain dan Bulog untuk menstabilisasikan harga pangan di awal tahun 2018.

Sumber : Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: