Menkeu Tegaskan Optimalisasi Penerimaan Pajak Berdasarkan Basis Data

Menkeu Tegaskan Optimalisasi Penerimaan Pajak Berdasarkan Basis Data

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu tidak akan mengejar Wajib Pajak (WP) tanpa berdasarkan alasan yang jelas seperti yang ditakutkan dunia usaha. Tentu DJP Kemenkeu akan mengoptimalkan penerimaan pajak sejalan dengan aturan yang berlaku.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan hal tersebut guna merespons adanya kekhawatiran dunia usaha terkait target pertumbuhan penerimaan pajak tumbuh sebanyak 20 persen di 2018 ini. Ia berharap dunia usaha tidak khawatir lantaran pemerintah sudah melakukan pertimbangan secara matang dan berupaya tidak membebani dunia usaha.

“Kita enggak akan mengejar, apalagi tanpa basis data. Kalau Anda ngeri silakan lapor ke saya, karena Anda semua harusnya enggak boleh merasa ngeri hanya karena hitung-hitungan tadi,” kata Ani, dalam dialog Makro dan Fiskal bersama Pengusaha, Pengamat dan Pimpinan Media, di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin, 8 Januari 2018.

Dirinya menilai dengan target yang terbilang tinggi tersebut dapat dipastikan pemerintah tak akan melakukan upaya pengumpulan pajak layaknya seperti berburu di kebun binatang atau memajaki semua secara sembarangan. Pemerintah tetap akan menerima masukkan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengusaha.

Untuk mencapai target tersebut, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, pemerintah melihat potensi berdasarkan realita di setiap sektorya. Adapun dari basis capaian di 2017, ada sektor yang memang tumbuh lebih tinggi namun ada juga yang tidak terlalu signifikan.

“Jadi kita tidak akan one size fix all. Kita akan lihat semuanya,” jelas Ani.

Sebelumnya, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang menyebut dunia usaha merasa khawatir dengan target pertumbuhan penerimaan pajak yang tumbuh sebanyak 20 persen di 2018. Ia menilai pertumbuhan sebanyak 20 persen yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terlalu tinggi.

“Pertumbuhan pajak 20 persen cukup tinggi dan kita rasanya bakal diuber-uber pajak lagi. Rasanya ngeri juga lihat target tersebut,” kata Franky.

Sumber : metrotvnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: