Dirjen Bea Cukai Ungkap Kasus Terbanyak Peredaran Obat Ilegal

Terkait Penggeledahan KPK, Dirjen Bea Cukai Angkat Bicara

Menanggapi Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2017, BPOM RI (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia) mengadakan forum bertajuk “Aksi Nasional Lintas Sektor Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat”, Jumat (26/1/2018).

Salah satu pihak yang turut bersinergi bersama BPOM RI adalah Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Saat forum tersebut, Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi, mengungkapkan pihaknya telah menindak 234 kasus peredaran obat ilegal dari awal hingga pertengahan Januari 2018.

Hal ini diakuinya sebagai bentuk sinergi positif antara BPOM RI dan Dirjen Bea Cukai, sesuai dengan fungsi yang dilakukan yaitu fungsi penindakan pada strategi respons.

“Penindakan kami lakukan saat operasi pangea dan storm, yang adalah operasi internasional,” ujar Heru.

Adapun operasi pangea adalah operasi yang dilakukan guna memberantas penjualan produk ilegal termasuk palsu yang dipasarkan secara online. Lain halnya dengan pangea, operasi storm merupakan operasi pemberantasan peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat yang dikoordinasi oleh ICPO (International Criminal Police Organization) Interpol.

Heru Pambudi juga menjelaskan peredaran obat ilegal bisa masuk ke Indonesia melalui jalur pelabuhan, kiriman (e-commerce), dan jalur pelabuhan tikus.

Dari ketiga tersebut, Heru mengungkapkan kasus terbanyak yang ditemukan dalam peredaran obat ilegal yaitu melalui kiriman, yakni melalui kantor pos atau jasa titipan.

“Pemasukan barang ilegal melalui kantor pos, kuantitasnya relatif lebih kecil, tapi banyak,” kata Heru mengungkapkan.

Heru pun mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BPOM RI terkait penindakan kasus serupa.

Sudah 3 Bulan dilakukan

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito mengakui sinergi ini sudah berjalan selama kurang lebih 3 bulan. Terkait dengan evaluasi, dia berharap agar setiap instansi membagikan proses hasil kinerja mereka. Penny menginginkan adanya proses jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

“Kalau jangka pendek dan menengah mungkin bisa bahas proses dan strategi yang sudah dilakukan. Tapi kalau jangka panjang, ya kita harap bisa memperkecil atau bahkan menghilangkan kasus ini,” tutup Penny.

Sumber : liputan6.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: