Tax Holiday 30 Tahun

Sri Mulyani. Foto: IST

Menkeu Sri Mulyani mengemukakan, ada empat jenis insentif fiskal yang akan dievaluasi agar bisa segera diputuskan perbaikannya dan selanjutnya dilaksanakan.

“Pertama, tax allowance yang sudah diatur semenjak 10 tahun yang lalu, yaitu bagaimana negara bisa memberikan fasilitas untuk mengurangkan penghasilan neto dari penanaman modal,” kata Menkeu dalam keterangan tertulis yang dirilis Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa (20/2).

Lebih lanjut Menkeu menyampaikan, hal itu bisa mengurangi biaya beban dari perusahaan hingga mencapai 30%, melakukan penyusutan yang dipercepat, depresiasi dari kapital yang dipercepat, untuk pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) atas dividen yang dibayarkan oleh wajib pajak luar negeri, serta kompensasi kerugian 5 hingga 10 tahun.

“Telah diputuskan oleh Bapak Presiden agar jumlah kelompok industri yang mendapatkan tax allowancediperluas, dari yang sekarang ini yang diatur dalam PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 18 Tahun 2015 dan PP Nomor 9 Tahun 2016 hanya 145 bidang usaha, agar diperluas atau ditambahkan jumlahnya. Ini berdasarkan rekomendasi dari berbagai kementerian, terutama menteri Perindustrian, menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta menteri Pariwisata,” kata Menkeu.

Presiden juga meminta agar proses untuk mendapatkan tax allowance harus pasti, sederhana, dan cepat ke depan. Pasalnya, selama 10 tahun terakhir ini, baru sedikit yang mendapatkan tax allowance. Pada 2016 ada sekitar 25 yang mendapatkan dan tahun lalu hanya 9.

“Tahun sebelumnya bahkan lebih sedikit yang mendapatkan. Presiden memerintahkan kita semua untuk pertama prosesnya harus cepat, sederhana, dan di depan. Dengan demikian, waktu investor melakukan investasi, dia sudah bisa melakukan kalkulasi berapa beban yang akan diperoleh,” kata Sri Mulyani.

Yang kedua, lanjut Menkeu, perbaikan kebijakan tax holiday. Insentif tax holiday diberikan kepada perusahaan dengan nilai minimal Rp 1 triliun atau Rp 500 miliar khusus untuk industri yang berhubungan dengan teknologi informasi, dengan mendapatkan fasilitas tidak membayar pajak penghasilan dengan pengurangan antara 10% hingga 100% dalam jangka waktu 5 hingga 15 tahun, yang bisa diperpanjang 20 tahun.

Sumber : beritasatu.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: