Pengembangan Industri Farmasi Masuk Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi

Pengembangan Industri Farmasi Masuk Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan pemerintah telah mencanangkan program percepatan pengembangan industri farmasi.

Menurutnya industri dan bahan farmasi merupakan salah satu sektor andalan yang diprioritaskan dalam pengembangan industri Tanah Air.

“Industri ini berperan besar sebagai penggerak utama perekonomian nasional di masa yang akan datang,” ujar Airlangga melalui akun Twitter pribadinya @airlangga_htr, Selasa (27/2).

Lebih lanjut Airlangga menjelaskan dalam mendorong sektor strategis ini, pemerintah telah mencanangkan program percepatan pengembangan melalui penerbitan Paket Ekonomi Kebijakan XI yang dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan (Alkes) serta mewujudkan Program Nawacita pada Program Indonesia Sehat.

Menurut Airlangga tujuan dari Inpres tersebut adalah menciptakan kemandirian industri farmasi dan alkes nasional, sehingga masyarakat memperoleh obat dengan mudah, terjangkau, dan berkesinambungan.

Selain itu, sambung Airlangga, pemerintah juga menyediakan beberapa insentif fiskal, seperti fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan atau tax allowance bagi industri farmasi di Tanah Air yang mengoptimalkan pengembangan inovasi bahan baku lokal. Upaya pemberian fasilitas pajak tersebut, sambung Airlangga, juga bertujuan menarik investasi di Indonesia.

“Pengembangan produk biologi di Indonesia, tentunya membutuhkan investasi yang tidak sedikit, terutama pada bidang bioteknologi dan penggunaan standar internasional,” ujarnya.

Sebelumnya, Airlangga bersama Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Kepala BPOM Penny K. Lukito mendampingi Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Pabrik Bahan Baku Obat dan Produk Biologi PT Kalbio Global Medika, Cikarang, Bekasi, Selasa (27/2).

Pabrik ini akan memproduksi Erythropoietin (EPO) untuk pengobatan cuci darah dan kanker yang akan diekspor ke pasar ASEAN dan beberapa negara lainnya. KGM juga memproduksi Granulocyte Colony Stimulating Factor (GCS) sebagai obat untuk meningkatkan produksi granulosit.

Selanjutnya, Efepoietin (Long Acting EPO), merupakan produk dengan molekul baru untuk menstimulasi pembentukan sel darah merah. Produk lainnya yang akan dihasilkan KGM adalah insulin dan beberapa produk MAb (Monoklonal Antibodi) untuk pengobatan kanker.

Sumber : rmol.co

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 

Pengampun

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: