Industri mamin tak menyerap seluruh pasokan dari industri pengolah garam, kenapa?

Industri mamin tak menyerap seluruh pasokan dari industri pengolah garam, kenapa?

Industri makanan dan minuman (mamin) tidak menyerap seluruh pasokan garam dari industri pengolahan garam. Pasalnya, industri mamin mempunyai spesifikasi garam yang dibutuhkan.

“Spesifikasi garam berbeda, industri aneka pangan punya Standar Nasional Indonesia (SNI),” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi Lukman, Kamis (8/3).

Selama ini pun Adhi bilang industri mamin tidak menerima garam dari seluruh industri pengolah garam. Industri mamin hanya menerima pasokan garam dari 4 sampai 5 industri pengolah garam yang sesuai dengan standar.

Garam lokal dinilai masih belum dapat memenuhi kualitas garam industri mamin. Adhi bilang meski ada pasokan lokal, jumlahnya masih sedikit. “Kalau pasokan lokal ada dari PT Garam, tetapi kecil di bawah 50.000 ton,” terang Adhi.

Selain itu, stok garam lokal pun dinilai sedang surut. Sementara musim panen garam dinilai belum mulai.

Ketua Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI), Jakfar Sodikin bilang masa panen garam di Indonesia belum mulai. Panen garam lokal diprediksi tiga  bulan lagi. “Panen paling cepat sekitar akhir bulan 6,” ungkap Jakfar.

Sumber : kontan.co.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: