Sri Mulyani: Kalau Terus Maju, RI Bisa Masuk Peringkat 5 Besar Ekonomi Dunia

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis impian Indonesia menjadi negara maju bisa dicapai. Pasalnya, meskipun saat ini Indonesia masih berada di kategori negara berpendapatan menengah, pertumbuhan pendapatan per kapita Indonesia semakin meningkat menuju negara berpendapatan menengah atas.

“Apabila Indonesia bisa maju terus maka Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi yang sangat besar dan bisa masuk peringkat ke-5 besar dunia dengan pendapatan perkapita mencapai US$ 23 ribu,” ujar dia dalam unggahannya di akun Instagram @smindrawati, Sabtu, 28 November 2020.

Peralihan menjadi negara maju, ujar dia, harus diikuti dengan peralihan dari transformasi sektor-sektor usaha baik manufaktur maupun jasa dengan produktivitas yang tinggi. Tidak hanya itu, Indonesia juga harus mengejar ketertinggalan pembangunan berbagai infrastruktur.

Indonesia juga, menurut bekas Direktur Bank Dunia ini, mesti menggenjot penyederhanaan sistem regulasi, birokrasi, serta meningkatkan kualitas SDM. “Untuk menopang transformasi sektor usaha dengan menyediakan SDM yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan zaman,” ujar dia.

Untuk itu, Sri Mulyani berharap para mahasiswa terus memacu semangat dan optimisme. Dengan demikian, ia yakin Indonesia maju tidak hanya ada dalam bayangan saja, tetapi dapat segera diwujudkan untuk masa depan para generasi penerus bangsa.

Bank Dunia sebelumnya telah menetapkan Indonesia naik kelas menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas per 1 Juli 2020. Status itu diberikan setelah pendapatan per kapita Indonesia meningkat menjadi US$ 4.050 pada 2019 dibanding tahun sebelumnya US$ 3.840.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan bersyukur Indonesia naik kelas ke kategori negara dengan pendapatan menengah atas dari sebelumnya menengah bawah, sebagaimana laporan Bank Dunia pada 1 Juli 2020. Hasil laporan ini membuat Jokowi optimistis keluar dari middle income trap.

“Apakah kita punya peluang untuk keluar dari middle income trap? Saya jawab tegas, kita punya potensi besar, kita punya peluang besar untuk melewati middle income trap, kita punya peluang besar untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi,” ujar Jokowi dalam acara pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia 2020 via daring, Sabtu, 4 Juli 2020.

Sumber: tempo

http://www.pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

<span>%d</span> blogger menyukai ini: