Pernah Jadi Pesaing, Kini Bekerjasama

5Mulai 1 Juli 2015 kemarin, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Sigit Priadi Pramudito punya tiga ahli staf. Lazimnya, staf ahli bekerja untuk menteri atau kepala lembaga / badan pemerintahan.

Secara keorganisasian, staf ahli ini berada langsung di bawah Dirjen Pajak. Dengan kata lain, staf ahli ini juga bisa disebut deputi Dirjen Pajak.

Ini jelas membuat organisasi Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak tambah gemuk. Selama ini, dirjen pajak sudah membawahi satu sekretaris jenderal pajak dan 12 direktur perpajakan.

Ketiga staf ahli ini adalah Ken Dwijugiasteadi, Suryo Utomo, dan Puspita Wulandari. Ken kini terpilih sebagai Staf Ahli Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak, Suryo sebagai Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak, dan Puspita sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu).

Menariknya, tiga orang ini dulunya adalah pesaing utama Dirjen Pajak Sigit. Priadi sewaktu mengikuti lelang jabatan dirjen pajak. Dari puluhan calon, hingga seleksi terakhir, hanya keempat nama ini lolos seleksi dan diajukan ke Presiden Joko Widodo.

Entah ini sebagai pelipur lara atau bukan, yang jelas sejak awal Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengisyaratkan memanfaatkan tiga orang yang tak terpilih ini sebagai staf ahli dirjen pajak. Alasannya, tugas dirjen pajak sangat berat, yakni mengejar setoran pajak tahun ini sebesar Rp 1.294,56 triliun, tumbuh 31,41% dari realisasi 2014. Apalagi, ke depan pemerintah berencana meningkatkan posisi Ditjen Pajak menjadi lembaga sendiri setara dengan kementerian.

Nah, menurut Bambang, hanya ketiga calon itu yang memiliki kualifikasi pas sebagai wakil dirjen pajak. Selain karena menjadi empat besar kandidat saat lelang jabatan, ketiga nama itu juga memiliki latar belakang yang pas untuk membantu dirjen pajak mengejar tingginya target penerimaan.

Ken Dwijugiasteadi adalah mantan Kepala Kanwil Pajak Jawa Timur I. Tahun lalu, kantor pajak ini berhasil mencapai 95% target pajak senilai Rp 24,96 triliun. Ken juga berhasil memimpin kantornya menghasilkan rasio kepatuhan pajak tertinggi se-Indonesia pada 2014, yakni sebesar 87,07%.

Bambang berharap, prestasi bagus ini bisa ditularkan kepada Kanwil Pajak di daerah lain. Soalnya, “Pak Ken bertugas dalam optimalisasi penerimaan pajak di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Bambang, saat pelantikan ketiga staf ahli baru ini, Rabu (1/7).

Sedangkan Suryo Utomo pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing dan Kanwil Pajak Jawa Tengah I. Otomatis, Suryo dinilai cukup berpengalaman dalam menangani perpajakan yang berasal dari perusahaan-perusahaan besar.

Namun, di jabatan barunya sebagai staf ahli, Suryo mendapat tugas untuk fokus pada peraturan dan penegakan hukum perpajakan. Tapi tujuan akhirnya adalah meningkatkan penerimaan akrena penegakan hukum bagian dari peningkatan penerimaan pajak.

Sedangkan Puspita Wulandari sebelum ini menjabat Sekretaris Komite Pengawas Perpajakan Kementerian Keuangan (Kemkeu). Pengawasan kinerja pegawai pajak sudah jadi tugas rutin Puspita. Sebab itu, Puspita bertugas memberikan dukungan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi.

Alhasil sekarang tiada lagi persaingan di antara bekas kandidat dirjen pajak ini. Mereka kini hasur bahu membahu meningkatkan penerimaan pajak yang masih jauh dari target. Per 30 Juni 2015, penerimaan pajak hanya Rp 476,9 triliun, tumbuh 3,85% dari setahun sebelum. “Target tahun ini sangat besar, sangat sulit jika saya sendirian (memimpin Ditjen Pajak),” kata Sigit.

Puspita menyadari tugasnya sangat berat. Sebab itu, ia secepatnya berkoordinasi dengan dirjen pajak dan staf ahli lainnya untuk melaksanakan program prioritas di sisa tahun 2015. Harapannya adalah bagaimana SDM pajak daoat membangun sikap kepatuhan terhadap wajib pajak. Seoalnya, Puspita menyadari, kasus korupsi yang melibatkan eks pegawai Ditjen Pajak, Gayus Tambunan, masih menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat pajak.

 

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar