Tahan Valas, Pelayaran Dorong Penggunaan CIF

527394193p

JAKARTA. Perusahaan pelayaran domestik skala besar berharap pemerintah segera mewajibkan transaksi angkutan ekspor impor yang selama ini memakai free on board (FOB) menjadi cost insurance freight (CIF). Mereka yakin cara ini efektif untuk mengerem laju aliran valuta asing ke luar negeri, sehingga bisa menguatkan kurs rupiah.

Pengusaha pelayaran domestik yang tergabung dalam Indonesia National Shipowners Association (INSA) bahkan mengaku sudah mengajukan usulan ini pemerintah. “Dengan kewajiban CIF, bisa nambah devisa negara,” ujar Asmary Herry Prayitno, Direktur PT Samudera Indonesia Tbk.

Ia menilai, skema FOB membuat pebisnis pelayaran domestik sulit mendapat bersaing dengan perusahaan pelayaran asing. Soalnya, pembeli barang punya tanggung jawab memilih jasa pelayaran. “Selama ini, bila kami ingin mendapatkan kontrak pelayaran ke China, kami diharuskan ke China terlebih dahulu untuk menghubungi pembelinya,” urai Asmary kepada KONTAN, Jumat (19/9).

Jika ada kepastian CIF berlaku, Samudra Indonesia akan menyewa kapal baru untuk ekspor.

Darmansyah Tanamas, Presiden Direktur PT Pas Maritim Nusantara  optimistis kebijakan ini akan mendongkrak bisnis perkapalan lokal. Ia berharap kebijakan ini juga didukung perbankan. “Begitu ada kebutuhan kapal, perbankan harus support,” ucap dia.

Hanya saja Darmansyah mengakui, peralihan skema ini juga berisiko. Pengusaha kapal harus merogoh kocek lebih untuk menyediakan kapal. Adapun pemilih barang atau produsen punya tanggung jawab lebih yakni mengawal barang sampai tujuan.

Pengamat pelayaran Saut Gurning menyarankan agar transaksi ekspor impor diserahkan ke mekanisme pasar. Dengan begitu, produk ekspor Indonesia tak  menjadi lebih mahal dan bisa bersaing.

Beda FOB dan CIF

·      Free On Board (FOB) adalah istilah perdagangan luar negeri yakni pada saat penjual mengirimkan barang melalui kapal yang ditunjuk oleh pembeli dengan harga jual saat naik kapal. Penjual memenuhi kewajibannya untuk memberikan saat barang telah masuk kapal. Dalam transaksi ini, beban ongkos angkut kapal, berikut dengan asuransi ditanggung oleh pembeli dari luar. Dalam skema ini, risiko kerugian bergeser dari penjual kepada pembeli karena harus membayar biaya pengiriman dan asuransi.
·      Cost Insurance And Fright (CIF) adalah istilah perdangan, saat penjual harus mengatur pengangkutan barang melalui laut ke pelabuhan tujuan ekspor. Pembeli harus melengkapi dokumen yang diperlukan untuk operator pelayaran. Berkebalikan dengan FOB, risiko kerugian ditanggung penjual karena mereka yang membayar biaya pengiriman maupun premi asuransi.

Sumber: Riset KONTAN, Investopedia

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: