Butuh Konsistensi Kawal Paket Ekonomi

Dua belas paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah sepertinya hanya indah di atas kertas, Sebab, pelaksanaan di lapangan masih tidak efektif mendongkrak ekonomi. Lalu apa yang salah dari obat kuat ekonomi ini?

Sudah satu lusin paket kebijakan ekonomi dikeluarkan pemerintah sejak akhir tahun lalu. Namun hasilnya belum cukup memuaskan. Pertumbuhan ekonomi triwulan pertama tahun ini ternyata lebih rendah dari ekspektasi karena hanya sebesar 4,92%. Pertumbuhan ekonomi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,04%.

Banyak pihak pun meragukan efektivitas 12 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah tersebut. Sebab, tidak banyak perubahan yang signifikan dari kebijakan yang dikeluarkan. Padahal tujuan awal paket-paket kebijakan tersebut dibuat adalah sebagai bemper dari ancaman pelambatan ekonomi pada tahun 2015 lalu.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit mengatakan, agar bisa memiliki efek besa, selain pelaksanaan di lapangan, pemerintah juga harus konsisten dalam melaksanakan paket kebijakan ekonominya. “Konsistensi itu penting dalam berinvestasi. Sehingga memberikan rasa adil, tidak hanya rasa aman dan proses perizinan yang mudah,” katanya.

Soal konsistensi ini pula, yang menurut Anton menyebabkan banyak perusahaan membatalkan investasinya di Indonesia. Dia mencontohkan Samsung. Menurut hengkangnya Samsung dari rencananya mengembangkan produksi di Indonesia karena kecewa dengan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak konsisten.

Menurut, pemerintah tiba-tiba mengubah kebijakan insentif terkait riset dan penelitian di Indonesia. Padahal Samsung sudah berkomitmen membangun pabrik. Karena itulah Samsung memilih memindahkan basis produksinya dari Indonesia ke Vietnam yang dianggap lebih menjanjikan.

Deputi Bidang Industri dan Perdagangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawadi mengakui, bukan hanya inkonsistensi saja yang membuat paket kebijakan tidak bisa menarik investasi, tetapi terkadang ada aturan yang tidak saling mendukung. Selain itu ada juga pejabat yang tidak patuh dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Misalnya, ada pemerintah daerah atau lembaga tertentu yang justru memberikan ketidaknyamanan kepada investor.

Dia mencontohkan, adanya aksi sweeping atau pemeriksaan kepada warga negara asing. Sweeping banyak juga dilakukan di kawasan industry kepada tenaga kerja asing. “Harus kita akui memang masih banyak masalah,” katanya.

Sebab itu, menurut Edy, peemerintah akan mendorong dibuatnya petunjuk pelaksanaan (juklak) teknis dari setiap deregulasi yang dilakukan. Juklak ini akan diserahkan kepada sejumlah pejabat di berbagai tingkatan hingga ke level teknis agar bisa dilaksanakan dengan benar.

Juklak ini mengatur koordinasi lalu lintas kementerian dan lembaga (K/L). Baik secara horizontal maupun vertical. Ada sekitar 26 sub sektor yang akan dikoordinasikan. Termasuk didalamnya merapikan sekitar 14.000 peraturan daerah agar tidak bertentangan.

Dengan perbaikan-perbaikan itu, dia yakin pemerintah yakin bisa mengejar ketertinggalan momentum dari paket-paket kebijakan yang telah dikeluarkannya. Edy mengklaim pemerintah belum sepenuhnya gagal dalam merealisasikan paket kebijakan. Meskipun tidak terasa secara signifikan, tetapi tetap ada hasilnya. Sebab jika tidak, Edy bilang, pertumbuhan ekonomi bisa saja berjalan lebih lambat dari saat ini.

Keyakinan akan mulai terasa efek kebijakan ekonomi juga disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. Bahkan menurut Darmin, efek paket kebijakan ekonomi akan membawa pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun ini di atas 5%.

Apalagi dari hasil evaluasi, saat ini dari 203 deregulasi yang bakal diterbitkan dalam 12 paket kebijakan ekonomi, hanya menyisakan sembilan peraturan yang belum diselesaikan. “Dari 203 sudah selesai dikeluarkan 194 peraturan mulai dari PP, perpres, permen, dan lain-lain,” katanya. Pemerintah juga akan membentuk tim khusus atawa task force  untuk mengawal pelaksanaan paket kebijakan ekonomi.

 

Sumber: Harian Kontan, 31 Mei 2016

Penulis : Asep Munazat Zatnika

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: