Service Charge Selalu Naik, Pengusaha Protes

e01f9-lowongan2bkerja2bhero2bgroup

Pengelola mal mengatakan kenaikan service charge disesuaikan  dengan kondisi ekonomi

JAKARTA. Para penyewa pusat belanja mulai mengeluh knaikan tarif sewa dan iuran pemeliharaan atau service charge  di pusat belanja yang lebih tinggi ketimbang inflasi. Malah lonjakan tarif sewa dan iuran tersebut juga lebih menandak ketimbang pertumbuhan bisnis mereka.

Budiardjo Hindo, Chief Executivie Officer Marco Group bilang dalam tiga tahun terakhir beban sewa dan pemeliharaan terus menandak dan sekarang menjadi beban perusahaan yang terbesar mengalahkan biaya tenaga kerja. “ Sebelum 2014 beban tenaga ada diurutan pertama. Sejak 2014 sampai sekarang biaya  sewa dan service charge paling besar,” katanya pada KONTAN, Rabu (18/1).

Adapun beban sewa dan service charge dan total Penjualan Marco Group tahun lalu mencapai 25%. Sedangkan biaya tenaga kerja hanya 10%.

Ini terjadi karena kenaikan service charge antara 15%-20% per tahun dalam tiga tahun terakhir. Malah, tarif sewa ada yang melejit 100% setelah masa kontrak berakhir.

Kondisi ini tidak Cuma Marco Group alami tetapi juga hamper seluruh anggota himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo) yang mencapai 200 perusahaan.

Pria yang menjabat sebagai ketua Hippindo ini bilang rata-rata pertumbuhan omzet anggota mereka berkisar 10% per tahun. Sementara awal januari ini sudah ada surat edaran dari pengelola mal yang menginformasikan kenaikan service charge 12%-20%.

Hippindo berharap pengelola mal menunda mengerek tarif sewa dan pemeliharaan lantaran kondisi ekonomi masih belum stabil. Kalaupun naik, bisa mengikuti angka inflasi.

Justinus D Juwono, Direktur Keuangan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola restoran cepat saji Kentucy Fried Chicken (KFC) juga mengakui ada kenaikan service charge dari gerai KFC yang ada di pusat belanja setiap tahunnya. “Sekitar 7%-15%, lebih tinggi dari inflasi,” katanya ke KONTAN (18/1).

Tiga tahun terakhir ini kenaikan service charge mal 15%-205 per tahun.

Tidak asal kerek tarif

Biasanya Fast Food Indonesia menyewa gerau di mal antara tiga sampai lima tahun. Nah, bila mau perpanjang kontrak, service charge pun juga naik antara 15%-30% tergantung negosiasi. Makanya, Fast Food Indonesia  mulai mengurai gerai di mal

Sedikit berbeda dengan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). Kenaikan tarif service charge yang dibebankan pengelola mal kepada pengelola Hypermart ini rata-rata sekitar 5%-7%. Sementara untuk tarif kenaikan tarif sewa tergantung negosiasi mereka. Adapun masa kontrak setiap gerai Hypermart biasanya sekitar 15-20 tahun.

Danny Kojongian, Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengatakan beban sewa dan service charge rata-rata sekitar 3%-3,5% dari Penjualan setiap tahunnya.

Adapun PT Nirwana Development Tbk (NIRO) sebagai pengelola mal di kota lapis kedua dan ketiga biasanya mengerek tarif sewa rata-rata sekitar 15%setiap tahunnya.” Namun untuk beberapa lokasi ada yang naiknya bisa mencapai 60%. Itu untuk speciality tenants,” kata Timothy Alamsyah, Direktur Keuangan NIRO.

Tahun lalu kenaikan tarif sewa mal dari pengembang ini sekitar 15%. Namun ada beberapa tenan yang mengalami kenaikan tarif tertinggi hingga 40%.

Stevanus Ridwan, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengklaim kenaikan tarif sewa tidak dilakukan setiap tahun tetapi saat habis masa kontrak. Justru pengelola mal akan mengerek service charge  untuk penyewa yang sudah menghasilkan profit besar

Pria yang juga menjabat Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk ini membantah kalau tarif sewa mal mengalami kenaikan tajam.  Menurutnya, dalam mengerek tarif, pengelola mal juga melihat perkembangan yang ada. “Kami di Pakuwon belum ada rencana kenaikan tarif hingga Juni mendatang. Kami tidak asal naikan tarif karena melihat kondisi ekonomi yang ada.,” ujarnya

Sumber: Kontan, Kamis,19 Januari 2017

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: