Transaksi Bilyet Giro Diperketat

JAKARTA. Anda yang terbiasa memakai bilyet giro sebagai alat transaksi, harus menermati aturan main baru dari Bank Indonesia (BI) baru. Aturan ini yang berlaku efektif 1 April 2017 mendatang. Bakal memperketat transaksi menggunakan giro.

Lewat Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 18/40/PBI/2016 tentang Bilyet Giro yang dilengkapi oleh Surat Edaran (SE) BI No. 18/40/DPSP tentang Penyelenggaraan Transfer Dana dan Krliring Berjadwal oleh BI, BI mengatur detail transaksi giro, mulai masa berlaku bilyet hingga batas maksimal kliring giro.

Untuk masa berlaku semisal, dari semula maksimal 70 hari plus 6 bulan, per 1 April hanya berlaku 7 hari saja. Adapun atas transaksi kliring giro, BI memangkas besaran kliring giro maksimal hanya Rp 500 juta dari saat ini tak terbatas.

Bramudija Hadinoto, kepala Departemen Operasional Tresuri dan Pinjaman BI mengatakan aturan ini merupakan penyempurnaan aturan sebelumnya. Ini bertujuan untuk melindungi kepentingan pengguna dan penerima giro, baik itu bank, penerbit, maupun pemegang (penerima).

Diaturan baru, BI juga mempertegas perbedaan cek dan giro serta menegaskan bahwa aturan bilyet giro tak bisa di pindahtangankan. Benar, aturan lama juga menyebutkan larangan itu. “tapi,praktiknya bisa di pindahtangankan,” tandas Bramudija.

Makanya, jika diaturan sebelumnya nama penerima bisa dikosongkan, di aturan baru, ini wajib diisi. “jika dikosongkan dan bank tetap menerima giro tersebut maka kami akan denda,” ujar dia , Jumat (24/2).

Menurut Direktur Keuangan dan Tresuri PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Imam Nugroho Soeko aturan baru itu bisa meminimalkan kejahatan atau fraud atas transaksi bilyet giro. Sebab, penipuan  yang kerap terjadi atas bilyet giro, antara lain memalsukan tanda tangan, memalsukan authorized signature card untuk perusahaan serta pemalsuan tanda pengenal.

Pengisian identitas secara lengkap akan memangkas penyalahgunaan giro dalam transaksi keuangan. “kalau bilyet giro tidak diisi lengkap kan kemungkinan  diperjualbelikan secara tidak bertanggung jawab,” kata Imam.

Adapun menurut Direktur Utama PT Bank Mayapada Tbk Haryono Tjahjarijadi, langkah yang diambil BI membatasi nominal penerbitan bilyet giro tepat. “selama ini (rata-rata) penerbitan bilyet giro sudah diatas Rp 500 juta. Padahal untuk pembayaran dalam jumlah besar sudah ada real time gross settlement (RTGS),” ujar Haryono.

Namun, menurut Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso Liem, pembatasan nilai kliring maksinal Rp 500 juta akan membuat nasabah pemilik rekening giro tak nyaman. Pun begitu dengan batasan waktu maksimal berlaku yakni hana 70 hari. “Bisa jadi nasabah kelak akan beralih dengan metode pembayaran lain,” tandas Santoso, Jumat (24/2).

Menurut Braudija, batasan nilai kliring giro lantaran bank sentral akan mengarahkan bilyet giro untuk transaksi bernilai kecil atau ritel. Untuk transaksi besar BI akan mendorong penggunaan credit transfer karena lebih aman (good fund) serta lebih memberi kepastian bagi para pihak.

Berdasar pengalaman Bramudija sebagai Kepala Departemen  Penyelenggaraan Sistem Pembayaran BI, ada beberapa kejadian bilyet giro dengan nilai besar disalahgunakan. “kasusnya tak banyak, tapi kami tak bisa toleransi hal seperti itu,” kata dia.

Ketentuan Bilyet Giro yang Baru

perubahan Berlaku saat ini Mulai Berlaku 1 April 2017
Masa Berlaku 70 hari+6 bulan 70 hari (Kalender)
Nominal di kliringan tak dibatasi Dibatasi maksimal Rp 500 juta
Nama penarik/pemilik rekening giro tidak wajib diisi wajib diisi di bawah tandatangan atau dilakukan pencetakan nama pemilik rekening pada giro (personalisasi)
tandatangan penarik/pemilik jika salah boleh dikoreksi tidak boleh ada koreksi
tandatangan penarik tidak ada aturannya harus tandatangan basah
penyerahan giro nasabah ke teller bisa oleh siapa saja harus nasabah pemegang atau orang lain dengan surat kuasa
proses pencairan giro tidak diatur tidak boleh dipindahtangankan
koreksi penulisan tidak dibatasi maksimal 3 kali koreksi pada setiap field isian bilyet giro
tanggal penarikan dan efektif bisa ditulis salah satu harus ditulis keduanya
pembatalan bilyet giro bisa dilakukan tidak bisa di batalkan
format bilyet giro masih boleh menggunakan format bilyet giro yang lama, sampai 31 Desember 2017 mulai tanggal 1 Januari 2018, wajib menggunakan format baru bilyet giro

 

Sumber: Kontan, Senin. 27 Februari 2017

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

Iklan


Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: