
NEW YORK. Raksasa minuman bersoda Coca-Cola Co melaporkan rapor kinerja dibawah ekpektasi analisis. Penyebab kinerja lesu Coca-Cola yakni kenaikan beban operasional karena merstukturisasi operasional bisnis pembotolan di kawasan Amerika Utara.
Perusahaan ini membongkar ulang sebagian besar bisnis pembotolan yang memiliki margin tipis. Cara ini ditempuh untuk memangkas biaya di tengah turunnya permintaan minuman berkarbonasi di Amerika Utara.
Febuari 2017 , maanjemen Coca-cola telah mewanti-wanti kepada investor bahwa restukturisasi akan berdampak buruk terhadap laba perseroan.
Mengutip, Reuters, Selasa (25/3), di kuartal I, penjualan global minuman soda turun 1%. Laba bersih Coca-cola turun menjadi US$ 27 sen per saham dari posisi US$ 1,48 miliar atau US$ 34 sen per saham di Maret 2016.
Pendapatan Coca-Cola merosot 11,3% menjadi US$ 9,12 miliar Ini merupakan penurunan penjualan selama delapan kuartal berturut-turut.
Sumber: Harian Kontan, Rabu, 26 April 2017
http://www.pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak
Tinggalkan komentar