Diskon Pajak Bisa Mendorong Daya Beli

JAKARTA. Daya beli masyarakat belum bisa menjadi alat ungkit ekonomi domestik. Bahkan ada kecenderungan daya beli masyarakat selama beberapa tahun terakhir terus melemah. Untuk mendongkrak daya beli, dibutuhkan terobosan jangka pendek dari pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk mendorong daya beli, pemerintah fokus pada upaya menaikkan ekonomi masyarakat, khususnya pada masyarakat rentan. Hal itu didukung dengan beberapa program pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi 10 juta keluarga dan belanja sosial lainnya. “Sehingga daya beli, terutama masyarakat yang 25% atau bahkan 40% terbawah tetap terjaga. Untuk menaikkan daya beli adalah dengan kepercayaan (confidence),” katanya, Kamis (6/7).

Selain itu, pemerintah juga akan fokus meningkat investasi di bidang infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). Sebab, kedua sektor tersebut dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan perekonomian sehingga meningkatkan upah mereka.

Ekonom Maybank Indonesia Juniman mengatakan, untuk mendorong daya beli, pemerintah memiliki opsi kebijakan insentif fiskal, yakni melalui penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Apalagi sejak tahun 1984, tarif PPN belum berubah yakni 10%.

Sedangkan tarif PPN di negara lain sudah di bawah 10%, seperti Malaysia 6%, Thailand 7%, dan Singapura 7%. “Namun apabila ingin menggunakan insentif pajak, potensi shortfall pajak pemerintah akan semakin besar di tengah upaya mempertahankan penerimaan,” ujarnya.

Namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku tidak khawatir dengan pelemahan daya beli saat ini. Ia optimis di kuartal kedua dan ketiga daya beli masyarakat akan pulih sehingga pertumbuhan ekonomi semakin seimbang motor penggeraknya. Oleh karena itu dia memandang tidak diperlukan stimulus khusus.

“Apabila ekspor impor terus berjalan, penghasilan orang membaik. Jadi tidak harus dengan stimulus khusus untuk menggerakan ekonomi. Bila ekonomi bergerak, dia akan lahirkan permintaan,” ujarnya, Kamis (6/7).

Ia mengatakan, pada awal tahun ini ekspor mulai tumbuh positif sehingga situasi mengarah ke perbaikan. Selain itu, perekonomian global tahun ini juga mulai membaik, sehingga diharapkan penghasilan masyarakat bisa lebih baik dan hasilnya daya beli masyarakat meningkat.

Apalagi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2017 bisa lebih baik dibandingkan kuartal I-2017, yakni 5,01% (YOY), “Artinya secara nasional ekonomi kita membaik di kuartal II karena ada permintaan negara lain membaik. Secara siklus, kuartal kedua dan tiga umumnya membaik,” jelasnya.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: