Aliran Masuk Dana Asing ke Indonesia Mulai Melambat

JAKARTA. Arus masuk dana asing atau hot money memang belum terhenti. Namun, aliran masuk dana dari luar negeri mulai melemah. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus mengantisipasi agar dana asing tetap betah berkembang biak di pasar domestik.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, capital inflow hingga akhir Juli 2017 tercatat Rp 131 triliun. Jumlah itu sedikit lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun lalu, yaitu Rp 134 triliun. “Meski turun, kalau kami lihat dana masih masuk sampai Rp 130 triliun itu menunjukan kepercayaan investor terhadap Indonesia,” kata Agus, Jumat (4/3).

Jumlah itu juga naik daripada posisi di akhir bulan sebelumnya. Akhir Juni lalu, capital inflow mencapai Rp 124 triliun, hampir menyamai posisi akhir 2016 yang sebesar Rp 126 triliun.

Sebagian besar dana asing tertuju ke surat berharga negara (SBN). Lihat saja, dana asing di SBN semakin menggendut dari bulan ke bulan tahun ini. Tak hanya sampai Juli, dana asing di SBN pada Agustus juga naik.

Lanjut Agus, selain India, Indonesia merupakan negara berkembang yang masih diminati oleh investor asing. Sebab, sejumlah indikator ekonomi Indonesia masih menunjukkan perbaikan, baik neraca pembayaran, defisit transaksi berjalan, hingga inflasi.

Ekonom Bank BCA David Sumual mengatakan, sejak tahun lalu sebenarnya aliran modal kuat dan semakin deras pada akhir tahun sampai kuartal I 2017 menjelang kenaikan rating dari Standard’s & Poor (S&P). Investor melakukan aksi buy on rumor.

Oleh karena itu, meskipun dana asing mulai melambat ke pasar domestik, bagi David bukan masalah. Alasannya, investor asing pada periode mendatang masih akan gencar masuk ke Indonesia. Kepercayaan investor terutama asing kepada kondisi fiskal Indonesia masih kuat.

Namun, bila dipandang dari sisi lainnya, valuasi pasar modal dengan inflow yang besar akan lebih mahal apabila laba perusahaan listed tidak meningkat. Jadi, investor akan mencermati fundamental emiten yang ada di bursa. “Mereka melihat fundamental. Apakah ekspektasi yang terbentuk sesuai kenyataan? Jadi aliran modal ini masih based on expectation,” kata David.

Jika tidak sesuai ekspektasi, asing akan angkat kaki dari pasar Indonesia. Karena itu, pemerintah dan pihak terkait harus mengantisipasi ekspektasi itu. “Anomali ekonomi antara makro dan mikro harus diantisipasi agar tidak berlanjut. Kami lihat data Juni tidak bagus, jumlah hari kerjanya sedikit dan ada faktor lainnya yang mengganggu. Confidence pebisnis maupun konsumen menengah atas harus diperhatikan,” papar David.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta melihat, perlambatan hot money di pasar domestik sejalan di tingkat global. Secara umum likuiditas global juga menipis karena bank sentral negara maju tidak lagi agresif dalam memberikan stimulus.

Namun Rangga optimis investor asing terus masuk ke Indonesia. Asal, pemerintah mampu menjaga stabilitas ekonomi dan politik.

Sumber : Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: