Daya beli lesu, kredit manufaktur tak bergairah

JAKARTA. Kredit manufaktur pada 2017 sepertinya tidak akan terlalu tumbuh tinggi. Ada beberapa faktor yang mempengaruh salah satunya turunnya daya beli.

Aslan Lubis, Analis Eksekutif Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui pada Juni 2017 kreditmanufaktur sedikit mengalami penurunan.

 “Juni (pertumbuhan kredit manufaktur) memang sedikit turun,” ujar Aslan kepada KONTAN, Minggu (6/8).

Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) pernah menyebut beberapa alasan menurunnya sektor manufaktur. Salah satunya adalah imbas melemahnya ekonomi dunia yang membuat permintaan produk industri indonesia turun.

Selain itu faktor gempuran barang impor juga menyebabkan pukulan telak pada sektor manufaktur Indonesia. Saat ini sebagai gambaran kreditmanufaktur baru menyumbang 17% dari total kredit perbankan.

Berdasarkan data BI, sampai Mei 2017, pertumbuhan kredit manufakturperbankan 4,56% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 773,7 triliun.

Pertumbuhan kredit manufaktur selama lima bulan pertama 2017 ini berkurang hampir 50% dari pertumbuhan periode sama 2016 sebesar 8,19%.

Rasio kredit bermasalah (NPL) di sektor ini sebesar 3,29% atau masih lebih tinggi dari NPL industri perbankan diangka 3,07%.

Sumber : kontan.co.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: