Menkeu Sampaikan Optimisme Capai Target Pajak di 2018

dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Target penerimaan perpajakan 2018 mencapai Rp1.609,4 triliun atau tumbuh 9,3 persen dibandingkan dengan targetnya di APBNP 2017.

Pernyataan ini sekaligus menanggapi pandangan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Fraksi Partai Amanat Nasional, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, dan Fraksi Partai NasDem mengenai pentingnya penetapan target penerimaan perpajakan yang realistis, serta pandangan Fraksi Partai Gerindra tentang target penerimaan perpajakan yang dianggap terlalu optimis.

“Kami memahami penerimaan perpajakan menghadapi kendala dan laju perlemahan sejak enam tahun terakhir. Reformasi perpajakan dilaksanakan dengan fokus pada pengamanan target penerimaan tanpa membuat perekonomian dan pelaku ekonomi merasakan tekanan berlebihan,” ujarnya, di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 31 Agustus 2017.

Target tersebut, cukup moderat sejalan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi dan inflasi 2018, serta upaya ekstra yang akan ditempuh. Meski demikian, risiko dari proyeksi penerimaan pajak tersebut adalah tingkat realisasi penerimaan perpajakan yang akan dicapai pada 2017, sehingga pihaknya akan terus bekerja keras agar target 2017 dapat dicapai.

“Dengan proyeksi perekonomian yang membaik, kapasitas historis penerimaan perpajakan, dan keberhasilan program amnesti pajak yang meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak (WP), serta kerja sama perpajakan internasional, serta reformasi perpajakan yang terus berjalan, maka insya Allah proyeksi penerimaan dapat diupayakan dicapai,” jelas dia.

Dirinya menambahkan, pemerintah telah dan terus akan memperkuat basis perpajakan, antara lain dengan meningkatkan kapasitas teknologi informasi, updating data WP dengan memanfaatkan database hasil amnesti pajak, serta mencegah praktik penghindaran pajak dan erosi pajak melalui implementasi kebijakan Automatic Exchange of Information (AEoI).

Sementara itu, target penerimaan kepabeanan dan cukai dalam RAPBN 2018 sebesar Rp194,1 triliun, pemerintah akan melakukan pengawasan yang lebih baik, serta menggali potensi pengenaan objek barang kena cukai baru, dengan tetap diikuti oleh peningkatan kualitas pelayanan di bidang kepabeanan dan cukai.

“Langkah mengoptimalkan penerimaan perpajakan tersebut dilakukan dengan tetap mendukung kebijakan perpajakan yang berkeadilan. Untuk itu, pemerintah akan tetap memberikan insentif perpajakan secara selektif untuk mendukung daya saing industri nasional dan mendorong hilirisasi industri,” pungkasnya.

Sumber : metrotvnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: