BPJS Kesehatan Usulkan Pakai Penerimaan Cukai Rokok

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengusulkan agar penerimaan cukai rokok dapat digunakan untuk menambal defisit atau selisih ketidaksesuaian (mismatch) antara iuran dan biaya manfaat yang diterima peserta BPJS Kesehatan. Tahun ini, diperkirakan defisit mencapai Rp9 triliun.

?Direktur Kepatuhan Hukum dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan B?ayu Wahyudi mengungkapkan, penerimaan cukai rokok selama ini terus mengalami kenaikan. Hal tersebut dinilai bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi defisit yang harus ditanggung pemerintah tersebut.

“(Dari cukai rokok) Semacam itu, ya sebangsa itu lah. Penambahan tarif (cukai) rokok untuk kesehatan. Sebab harga rokok kalau di kita kan murah,” ujarnya di Gedung Kemendag, Jakarta, Senin (25/9/2017).

Apalagi, penyakit yang paling banyak menyedot dana klaim BPJS Kesehatan adalah penyakit katastropik yang salah satunya disebabkan oleh rokok. Penyakit tersebut berbiaya tinggi dan secara komplikasi mengancam jiwa penderitanya.

“Sedangan penyakit katastropik yang di bayar BPJS itu hampir 30%, jadi menyedot uang itu. Penyakit katastropik termasuk hypertensi, jantung kanker, leukimia, gagal ginjal stroke dan sebagainya,” tandasnya.

Sumber : sindonews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: