Menteri Rini Harus Jelaskan Soal Ketidakwajaran Bonus Tantiem PLN

Menteri Rini Harus Jelaskan Soal Ketidakwajaran Bonus Tantiem PLN

Kalangan dewan curiga ada pembagian bonus tidak wajar di berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diterima direksi dan karyawan BUMN.

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menegaskan, pihaknya pun akan memanggil Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menjelaskan mekanisme penetapan pemberian bonus direksi dan karyawan di jajaran BUMN.

Penjelasan Menteri Rini perlu didengar lantaran ada direksi BUMN yang menerima tantiem ataupun bonus kinerja di tahun 2016 tidak wajar.

Dia lalu menyoroti pembagian bonus dividen di Perusahaan Pembangkit Listrik Negara (PLN) yang diduga menerima bonus lebih besar dari tahun lalu sebesar Rp 3,3 Triliun untuk kinerja tahun 2016.

Perlu diketahui, PLN berdasarkan Rencana Kerja dan ANggaran Perusahaan (RKAP) pada tahun 2015 menganggarkan untuk pemberian insentif/bonus atau tantiem kinerja untuk Direksi , Dewan KOmisaris dan Pegawai PLN sebesar Rp 3,3 Triliun. Dari total tersebut, direksi dan komisaris menerima Rp 250 milyar atau ¼ triliun. Bonus ini dibayarkan pada Oktober 2016 lalu.

“Menurut saya (Direksi) PLN perlu dipanggil untuk menjelaskan dasar penentuan besarnya bonus tersebut. Tidak hanya PLN, tapi bagaimana kebijakan Kementerian BUMN dalam menetapkan besarnya bonus,” kata Darmadi, dalam perbincangan, Senin malam (30/10).

Menurut dia, sejatinya pemberian bonus atau tantiem di direksi jajaran BUMN didasarkan pada laba bersih perusahaan. Namun menurutnya, pemberian bonus menjadi aneh jika perusahaan pelat merah seperti PLN mampu bagi-bagi bonus ke jajaran direksi, komisaris dan karyawannya lebih dari Rp 3,3 Triliun, sementara PLN sendiri mengalami penurunan kinerja di tahun 2016.

“Nah tentu PLN harus menjelaskan secara transparan soal tantiem ini mengingat PLN mengalami penurunan laba tahun 2016 yang sangat signifikan. Laba bersih PLN tahun 2016 adalah sebesar Rp 10,5 Triliun, jika benar bagi bonus Rp 3,3 Triliun, tentu angkanya 33 persen (dari keuntungan). Ini tentu angka yang sangat tidak masuk akal,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pejabat di PLN yang meminta namanya tidak disebutkan mengakui jika laba yang diterima PLN tahun ini lebih besar dari tahun lalu yang jumlahnya mencapai Rp 3,5 triliun. Keyakinannya itu berdasarkan jumlah bonus yang diterima tahun ini sebesar 10 kali gaji pokok.

“Tahun lalu itukan memang bonusnya (Tantiem) Rp 3,5 triliun, nah tahun ini melonjak hampir dua kali lipat. Kenapa dua kali lipat, karena tahun lalu saja itu karyawan PLN terima  6 kali gaji pokok. Nah tahun ini terima 10 kali dari gaji pokok,” katanya.

Karena itu, dia meyakini ada lonjakan bonus yang diterima karyawan dan direksi PLN dari tahun sebelumnya yang totalnya mencapai Rp 3,5 triliun.

“Sebenarnya kalau dihitung-hitung total bonus yang diterima seluruh pegawai PLN di seluruh Indonesia jumlahnya bisa mencapai RP 4 Triliun. Sekarang jadi pertanyaan, direksi dapat berapa?,” heran dia.

Dia pun curiga bonus yang diterima PLN tahun ini jauh dari ambang kewajaran. Padahal harusnya sesuai aturan, bonus yang diterima itu tidak melebihi 20 persen dari keuntungan bersih.

“Pertanyaanya, 10,7 triliun keuntungan itu apa betul keuntungan real PLN. Yang lebih aneh, bonus ini cair setelah direksi lakukan pertemuan dengan serikat pekerja PLN pada Kamis malam di Senayan City,” tambah dia.

Ketua Umum Serikat Pekerja PLN Jumadis Abda mengakui, pihaknya melakukan pertemuan dengan Dirut PLN di Senayan City pada kamis malam lalu, sehari sebelum bonus pegawai PLN cair. Hanya saja dia tidak tahu persis seperti apa pertemuan tersebut karena tidak hadir dalam acara tersebut.

“Tapi soal Tantiem direksi memang kita belum dapat angkanya namun memang sudah lama dibayar isunya. Tapi kalau pegawai kemarin tanggal 26 (Jumat, 27/10). Cuma perhitungan bonus ini ternyata nggak jelas, ada yang dapat kecil, malah saya ini tidak dapat sama sekali. Sekarang PLN tertutup. Jadi tidak transparan,” katanya.

Sumber : rmol.co

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: