Menko Puan usul defisit anggaran BPJS Kesehatan Rp 9 T ditutup dari dana cukai rokok

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tercatat mengalami defisit anggaran sekitar Rp 9 triliun di 2017 ini. Menutup defisit tersebut, pemerintah mengeluarkan sejumlah skema, di antaranya dengan menggunakan dana cukai rokok.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris menjelaskan, salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah adalah menyuntik dana ke BPJS Kesehatan dari bagi hasil atas cukai rokok serta efisiensi operasional BPJS ke depannya. Suntikan dana ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Kesehatan.

“Untuk mengatasi defisit Ibu Menko ( Puan Maharani) katakan dengan menggunakan pajak atas cukai rokok atau dana bagi hasil. Kemudian opsi lain cost sharing,” kata Fachmi.

Selain dari cukai rokok dan bantuan dari pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan juga turut dilibatkan untuk mengatasi defisit dengan ikut mengindentifikasi dan menanggung klaim para pekerja yang ikut menjadi tanggungan-nya apabila terjadi masalah kesehatan imbas dari risiko pekerjaan yang dialami.

Selain itu, Fachmi menyebut bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani juga meminta BPJS Kesehatan untuk melakukan efisiensi pengeluaran.

“Bagaimana biaya operasional itu dibuat se-efisien mungkin, bagaimana fungsi BPJS sebagai strategic purchaser itu bisa dijalankan dengan baik tentunya harus ada revisi peraturan perundang-undangan dan berbagai opsi lain-lah yang akan menghemat dan mengefisienkan biaya pelayanan kesehatan kita tapi dengan catatan tidak mengurangi mutu pelayanan kesehatan.”

Sementara itu, Menko Puan menekankan agar defisit tersebut tidak terjadi setiap tahun. Karenanya, dia memandang perlunya diambil langkah-langkah antisipasi untuk pencegahan. Selain itu, harus ada solusi sesegera mungkin untuk menutup defisit BPJS kesehatan tahun ini.

“Salah satu hal solusi yang bisa dilakukan adalah bagaimana kita bisa melakukan cost sharing atau kemudian gotong royong melalui pemda untuk mengantisipasi BPJS kesehatan agar tidak berlarut larut defisitnya,” kata Puan.

Puan menilai, cukai rokok bisa menjadi salah satu solusi tepat untuk mengatasi defisit BPJS Kesehatan saat ini. “Cukai rokok yang ada di daerah bisa kami lakukan untuk bisa mengantisipasi defisit BPJS ke depan sehingga peran Pemda ke depan itu juga bisa turut aktif tidak hanya melakukan preventif dan promotif saja, sehingga uang di Pemda itu bisa juga bisa melakukan pelayanan kesehatan juga.”

Sumber : merdeka.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: