Sudah Diberi Kesempatan lewat Tax Amnesty, Pengemplang Pajak yang Masih Nakal Harus Disikat

Analis Forum Pajak Berkeadilan Indonesia Nurcholish Hidayat menilai belum ada ketegasan dari pemerintah Indonesia dalam menindak para penggelap pajak. Analisa tersebut didasari pada sikap pemerintah yang malah memberikan tax amnesty atau pengampunan pajak pasca munculnya dokumen Panama Papers.

Munculnya kembali dokumen yang serupa dengan Panama Papers, yang kali ini bermama Paradise Papers, seharusnya dapat segera ditelusuri pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan.

“Bagi yang tidak ikut tax amnesty harusnya UU pengelakan pajak ditegakkan. Dari awal orang yang mengelak pajak, harus dilakukan penyelidikan hukum harusnnya,” ujar Nurcholish dalam diskusi Polemik MNC Trijaya FM bertema ‘Paradise Papers cerita Atau Fakta?’ di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017).

Nurcholish melanjutkan, belajar dari kasus Panama Paper, respons negara maju langsung aktif melakukan penyelidikan dan mencoba mencari peluang hukum untuk menjerat para pelaku. Indonesia, lanjut Nurcholish harusnya bisa bersikap seperti itu.

“Sekarang setelah berakhir (tax amnesty), ada lagi bocoran ini (paradise papers) dan setelah pemerintah tahu akhirnya target tax amnesty tak sesuai diharapkan. Dari Rp 1.000 triliun cuman Rp 145 triliun pemerintah mau bagaimana ini?,” Paparnya.

Sebagai informasi, Paradise Paper berisi 13,4 juta dokumen tentang, pengusaha yang berinvestasi di luar negeri secara diam-diam. Tujuannya untuk menghindari kewajiban perpajakan.

Terbongkarnya Paradise ini berawal dari surat kabar Jerman. Kini tengah dikembangkan oleh Konsorsium Jurnalis Investigatif. Masih ada kemungkinan nama-nama lain muncul karena laporan tersebut baru sebagian yang didalami.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: