Revisi PMK DJP Fokus Penegakan Hukum Pajak

Menteri Keuangan Sri Mulyani baru-baru ini menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 165 Tahun 2017. Aturan ini sebagai revisi atas peraturan sebelumnya yakni PMK Nomor 118 Tahun 2016.

Dalam revisi tersebut, pemerintah memberi kelonggaran bagi wajib pajak untuk menggunakan Surat Keterangan Bebas Pajak Penghasilan (SKB PPh) untuk memeroleh fasilitas pembebasan pajak penghasilan  dengan melakukan balik nama atas tanah dan bangunan yang dideklarasikan pada program tax amnesty sebelumnya.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penegakan hukum terkait harta bersih sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor  3 tahun 2016, dimana batas waktu untuk pengungkapan sendiri adalah ketika pemeriksa pajak datang dengan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak.

Revisi PMK ini dinilai akan membuka jendela ampunan bagi wajib pajak yang tidak ikut pengampunan pajak dan bagi peserta amnesti pajak yang belum melaporkan seluruh hartanya.

Terbitnya kebijakan tersebut juga menuai kritik dari banyak kalangan, karena pemerintah dinilai kurang konsisten dalam mencetak kebijakan. Oleh karena sebelumnya Pemerintah menyatakan setelah tiga tahapan Tax Amnesty, maka tidak akan ada lagi program pengampunan pajak.

Direktur P2 Humas Direktorat Jenderal Pajak Pajak Hestu Yoga Saksama menyebutkan pihaknya konsisten dengan pernyataan Pemerintah bahwa Tax Amnesty Tahap III adalah program Amnesty terakhir.

“Kita komitmen Tax Amnesty berakhir, dan kita konsisten terhadap penegakan hukum sesuai dengan PP Nomor 36 Tahun 2017 itu yang kita jalankan,” ucap Yoga dalam acara Media Gathering di The Lagoon Hotel Manado (23/11).

PP Nomor 36 Tahun 2017 sendiri mengatur tentang Pengenaan Pajak Penghasilan atas Penghasilan Pajak Tertentu Berupa Harta Bersih yang diperlakukan atau dianggap sebagai penghasilan.

Dirinya mengungkapkan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak akan memberikan sanksi dan tindak lanjut bagi Wajib Pajak yang tidak melaporkan laporan pajaknya sebagaimana mestinya. “Untuk memberikan fairness sebagian Wajib Pajak yang tidak patuh aturan akan ada tindak lanjutnya (sanksi),” tukasnya.

Adapun sanksi administratif perpajakan berdasarkan pada Pasal 18 ayat 3 UU Tax Amnesty. Pasal 18 UU Tax Amnesty sendiri menjadi referensi terbitnya aturan PP Nomor 36 Tahun 2017. “Maka keluarlah PP 36 ini sebagai pelaksanaan dari Pasal 18 UU Tax Amnesty yang mengatur bila DJP (Dirjen Pajak) menemukan harta yang belum diungkap dalam SPH dan dilaporkan ke dalam SPT akan dikenakan sebagai penghasilan dengan tarif normal, bukan tarif TA lagi”.

Pasal 18 ayat 3 UU Tax Amnesty menyebutkan jika dalam penyampaian SPH ternyata masih ditemukan harta yang belum dilaporkan, maka atas harta tersebut akan dikenakan tarif pajak penghasilan sebesar 5-30% untuk orang pribadi dan 25% badan usaha dan masih ditambahi sanksi sebesar 200% dari kekurangan pajak tersebut. Ia kembali menegaskan Pemerintah melalui Ditjen Pajak tidak membuka keran Tax Amnesty jilid kedua untuk periode saat ini. “Tidak ada TA (Tax Amnesty) jilid kedua, mungkin nanti ada 20 tahun lagi, dari Wajib Pajak yang sekarang,” tuturnya.

Yoga menyebutkan PMK yang baru terbit memberikan kepastian hukum bagi para Wajib Pajak yang memiliki harta tetapi belum melaporkan SPT. “Ini untuk memberikan kesempatan dan kepastian hukum bagi WP beserta tata caranya, silahkan dilaporkan dan bayar tarif (pajak) sesuai dengan PP Nomor 36,” tandasnya.

Bilamana pengungkapan harta itu tidak dilakukan, maka DJP akan melakukan pemeriksaan atas harta yang belum dilaporkan, serta memberlakukan tarif sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 18 UU Tax Amnesty.

Sumber : gatra.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: